Sleman

Pelaku Usaha di Sleman Banyak yang Belum Terdaftar

Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah terus berupaya untuk meningkatkan geliat usaha mikro kecil dan menengah

Tayang:
Penulis: Santo Ari | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Sleman 

Permasalahan kedua adalah akses pemasaran. Ia menyebut bahwa pasar produk di ASEAN, 40 persennya ada di Indonesia.

Namun demikian banyak pelaku usaha di Sleman masih belum mampu untuk melihat pasar itu.

"Mereka butuh pendampingan. Misal, terkait informasi kebutuhan pasar, tren produk dan segmentasi pasar," tambahnya.

Baca: Genjot Potensi UMKM Sleman Buka Sunday Morning Sembada

Permasalah lain adalah menegarial serta produksi.

Ia menilai produk UMKM terkesan mahal karena biaya produksi yang tinggi juga.

Maka dari itu para pelaku ini perlu memiliki metode memproduksi secara efisien, termasuk memaksimalkan sosial media untuk pemasarannya.

Maka dari itu, Festival UMKM Sembada ini bisa bermanfaat untuk pendekatan kolaboratif, karena UMKM tidak bisa jalan dan hidup sendiri.

Perlu ada campur tangan pemerintah, dan swasta selain para pelaku itu sednri.

Selain bazar, berbagai rangkain talkshow digelar untuk menumbuhkan pengetahuan para pelaku usaha dalam berkarya.

Seperti tema memanfaatkan sumber daya lokal tapi bisa bersaing secara global, memunculkan wirausahawan pemula, serta pemanfaatan teknologi informasi.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved