Yogyakarta
Rampak Gedruk Buto, Tarian Simbol Kemarahan Raksasa
Tarian gedruk ini merupakan seni tari yang kisahnya diambil dari Ramayana, menceritakan tentang kemarahan buto.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Tari rampak gedruk Buto saat pentas di embung Langensari Klitren Gondokusuman Yogyakarta, Minggu (28/10/2018).
Hantakan kuat kaki sang penari, akan membuat lonceng berbunyi serempak.
Itu yang menjadi ciri khas tari rampak buto ini.
"Butuh kekompakan, dan hentakan kaki yang kuat supaya kemarahan buto itu bisa tergambarkan dengan baik," terang lelaki asal Sumberadi, Mlati, Sleman ini.
Bongge sendiri mengaku sudah sejak tahun 2010 silam, mulai menggeluti kesenian gedruk ini.
Ia mengaku senang dan bangga karena bisa terus melestarikan seni dan budaya Nusantara. (*)