Yogyakarta
Ada 56 Desa Budaya di DIY
Dari jumlah tersebut, Desa Budaya yang paling banyak ditemukan ada di Gunungkidul dan Kulon Progo.
Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja Noristera Pawestri
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Di DIY ada sebanyak 56 Desa Budaya yang tersebar di lima kabupaten dan kota.
Dari jumlah tersebut, Desa Budaya yang paling banyak ditemukan ada di Gunungkidul dan Kulon Progo.
Berbicara mengenai desa budaya, Wakil Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Singgih Raharjo menyampaikan, konsep Desa Budaya ada dua hal, yakni desa dan budaya.
Desa merupakan ekspresi pelestarian, pengembangan dan konservasi potensi desa yang berkaitan dengan kebudayaan.
Baca: Festival Desa Budaya 2018 di Kulon Progo, Desa Sendangsari Tampilkan Cerita Dewi Sri
Sementara budaya sendiri tidak hanya soal tradisi dan seni, melainkan seluruh unsur budaya yang ada seperti bahasa, ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan benda.
"Semua ada dalam Perda Istimewa Nomor 3 tahun 2018. Desa budaya adalah desa yang mengekspresikan, mengembangkan, memelihara, mengkonservasi tentang potensi desa itu yang kaitanya objek kebudayaan," kata Singgih pada Senin (29/10/2018).
Dijelaskan olehnya, minimal ada lima hal yang harus diekspresikan oleh desa budaya, yakni adat tradisi, kesenian, bahasa baik tutur, aksara maupun sastra, bangunan tradisional dan ketrampilan desa yang meliputi tutur.
"Desa budaya adalah bentengnya kebudayaan. Ke depan jumlahnya (Desa Budaya) nggak akan kami naikan, tapi kami ingin fokus pada kualitas bukan kuantitasnya," lanjutnya.
Singgih menyebutkan, tantangan dalam mengembangkan Desa Budaya saat ini adalah tantangan global, yakni bagaimana ranah globalisasi itu sendiri.
Baca: Program Desa Budaya di Gunungkidul Hadapi Beberapa Kendala
Menurut dia, ketahanan harus dibangun supaya potensi-potensi yang ada di Desa Budaya terus berkembang.
"Sehingga bisa memberi manfaat edukasi, pariwisata, keterlindungan warga dan ekonomi," kata Singgih dalam acara yang disiarkan Tribun Jogja.
Terlebih ia menyampaikan, baru-baru ini Kota Yogyakarta juga dinobatkan sebagai ASEAN City of Culture atau Kota Kebudayaan ASEAN periode 2018 - 2020.
"Dua tahun ke depan ini jadi motivasi kantong budaya. Desa rintisan budaya dan desa budaya ini kesempatan ini layak sebagai Kota Kebudayaan ASEAN," ucapnya.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/wakil-kepala-dinas-kebudayaan-diy-singgih-raharjo_20181029_173656.jpg)