Gunungkidul

Program Desa Budaya di Gunungkidul Hadapi Beberapa Kendala

Program desa budaya di Gunungkidul mendapat beberapa kendala seperti pada arsitektur banyak yang sudah berubah

Program Desa Budaya di Gunungkidul Hadapi Beberapa Kendala
Tribun Jogja
Gunungkidul 

Laporan Calon Reporter Tribunjogja Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Program desa budaya di Gunungkidul mendapat beberapa kendala seperti pada arsitektur banyak yang sudah berubah, bidang kuliner banyak yang sudah dikombinasi dengan zaman sekarang, dolanan anak sudah banyak yang tergerus.

Padahal, beberapa kriteria tersebut untuk menilai sebuah desa budaya.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Kebudayaan Gunungkidul, Agus Kamtono saat dihubungi Tribunjogja (8/5/2018).

"Penilaian desa budaya ada 5 aspek yaitu arsitektur, kuliner tradisional, adat istiadat kehidupan sehari-hari, dan dolanan anak," jelasnya.

Agus melanjutkan, ada tingkatan dalam program desa budaya beberapa klasifikasi yang tertinggi desa budaya, rintisan desa budaya, dan kantong budaya.

Baca: Bahan Makanan Berbahaya Ditemukan di Pasar Argosari Gunungkidul

"Di Gunungkidul ada 15 desa masuk desa budaya, 14 masuk ke kriteria desa rintisan budaya," terangnya.

Agus menerangkan, setiap desa akan mendapatkan bantuan berupa bantuan kegiatan.

"Desa mendapat bantuan kegiatan dan program-program contoh kriteria desa budaya mendapatkan gamelan yang berbahan perunggu, untuk rintisan budaya dan kantong budaya berbahan dari besi yang atasnya kuningan," jelasnya.

Sementara itu Ketua Dewan Kebudayaan Gunungkidul, CB Supriyanto mengatakan desa budaya yang mendapat pendampingan jumlahnya berbeda setiap desa.

"Jumlah pendamping ada 24 orang, satu desa dua pendamping yaitu di desa Giring, Pukat, dan Giri Sekar, lainnya dua orang pendamping untuk tiga desa," lanjutnya.

Baca: Kekurangan Dokter Membuat Layanan Puskesmas di Gunungkidul Tidak Maksimal

CB melanjutkan bantuan untuk desa budaya diambil dari dana keistimewaan DIY.

Desa mendapat bantuan kegiatan seperti peningkatan pemahaman bahasa dan sastra, desa budaya juga difasilitasi dana Istimewa DIY.

"Tergantung kegiatannya rata-rata desa mendapat diatas 20 juta apa yg didampingi selama sepuluh bulan akan dikompetisikan lalu dipilih mana yang terbaik," tutupnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved