Tol Bawen Yogyakarta
Pembangunan Jalan Tol Bawen-Yogyakarta Didukung DPR RI, Begini Alasannya
Rencana pembangunan proyek Jalan Tol Bawen-Yogyakarta didukung oleh Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNjogja.com Yogyakarta - Rencana pembangunan proyek Jalan Tol Bawen-Yogyakarta didukung oleh Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.
Ada beberapa alasan mendasar kenapa DPR RI mendukung proyek pembangunan proyek Jalan Tol Bawen-Yogyakarta.
DPR RI menilai pembangunan jalan tol di Yogyakarta sangat penting dan perlu dilanjutkan untuk mendukung konektivitas perhubungan darat dari adanya bandara baru
internasional di Temon, Kulon Progo.
Anggota Komisi V DPR RI, Idham Samawi mengatakan, dari paparan pihak PT Angkasa Pura I dan PT Pembangunan Perumahan-KSO (PP-KSO), diketahui bahwa NYIA akan mampu
menampung penumpang hingga 14 juta orang secara umum atau 20 juta orang pada kapasitas puncaknya.
Hal itu akan membawa impact berupa semakin terbukanya jalur penerbangan langsung (direct flight) semisal dari Sidney, Tokyo dan lainnya tanpa harus transit terlebih
dulu di Bali ataupun Jakarta.
Komisi V menilai rencana pembangunan jalan tol Bawen-Yogyakarta perlu dilanjutkan untuk mendukung konektivitas dan kelancaran transportasi darat tersebut.
Hal itu disebut Idham sebagai program yang konkrit, jangan sampai terjadi ketika pesawat sudah bisa langsung landing tanpa harus lewat Bali atau Jakarta tapi justru
ada masalah di perjalanan daratnya.
Misalkan terkait perhubungan darat dari lokasi bandara menuju area kota atau tujuan wisata.
"Penerbangan dari Bali ke Yogyakarta itu hanya satu jam. Kalau perjalanan daratnya malah sampai dua jam, sama saja omong kosong. Komisi V sepertinya sepakat semua,
menilai proyek tol ini harus jalan terus,"kata Idham di sela kunjungan spesifik Komisi V yang membidangi infrastruktur dan perhubungan ini ke proyek pembangunan NYIA
di Temon, Jumat (26/10/2018).
Baca: Jalan Tol Bawen-Yogyakarta Masuk Tahap Sinkronisasi, Begini Kata Ganjar Pranowo
Baca: Jika Pembangunan Jalan Tol Bawen-Yogyakarta Terlaksana, Magelang Siapkan Exit Tol

Baca: Saldo Konsinyasi Lahan Bandara Kulonprogo Masih Miliaran Rupiah
Baca: Ritual Tanam Kepala Kerbau Proyek Bandara New Yogyakarta International Airport
Jika diperlukan, sambung Idham, jalur tol itu juga bisa terkoneksi langsung dengan bandara di Kulon Progo atau bisa berbentuk jalur by pass mengingat Gubernur DIY
belum mengizinkan adanya jalur tol di DIY yang terlalu berat di ongkos untuk pembebasan lahan.
Yang terpenting, menurutnya konektivitas itu mutlak diperlukan. Termasuk juga keberadaan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) serta jalur kereta api yang menghubungkan
NYIA dengan jalur ke Borobudur maupun Prambanan perlu dioptimalkan lebih jauh.
"JJLS itu luar biasa dan pembebasan lahannya sudah selesai, tinggal bangun saja,"kata dia.
Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Sigit Sosiantomo mengatakan masalah konektivitas moda transportasi sangat penting bagi NYIA kelak ketika sudah beroperasi.
Dengan landasan pacu dengan panjang 3.250 meter dan lebar 45 meter, bandara ini akan didarati pesawat berbadan lebar dan tentunya jumlah penumpang yang datang juga
semakin banyak.
Masalah konektivitas moda transportasi tentunya sangat dibutuhkan dan perlu dipikirkan agar bisa mengatasi kemacetan yang mungkin terjadi di jalur darat.
(tribunjogja.com | singgih wahyu nugraha)