Panjang Jari Manis Cerminkan Orientasi Seksual Perempuan, Begini Cara Mengetahuinya
Tahukah Anda bahwa sebenarnya ada cara melihat orientasi seksual dari panjang jari seseorang. Inilah hasil penelitian Inggris.
TRIBUNJOGJA.COM - Tahukah Anda bahwa sebenarnya ada cara melihat orientasi seksual dari panjang jari seseorang? Inilah yang diteliti oleh para ilmuwan dari Essex University, Inggris.
Para ilmuwan telah mengukur panjang jari dari 18 pasangan perempuan kembar identik dengan orientasi seksual berbeda.
Baca: Jaga Jantung Anda Tetap Sehat, Lakukan Cara Sederhana Ini
Menariknya, meski kembar mereka memiliki orientasi yang berbeda dan itu dapat dilihat dari panjang jari.
Para perempuan yang memiliki orientasi penyuka sesama jenis memiliki ciri-ciri jari laki-laki.
Yakni dengan panjang telunjuk yang lebih pendek dari jari manis dan ini hanya bisa dilihat pada tangan kiri.
Hal itu disebabkan karena mereka memiliki hormon testoteron yang lebih banyak.
Ciri jari pada laki-laki ialah telunjuk yang lebih pendek dari jari manis. Sedangkan perempuan cenderung memiliki telunjuk yang lebih atau sama panjang dengan jari manis.
"Karena kembar identik 100% berbagi den yang sama, harus ada faktor lain penyebab perbedaan (orientasi seksual) ini," kata Dr Selasa Watts dari departemen psikologi di Essex University, seperti dilansir dari BBC, Kamis (18/10/2018).
"Penelitian menunjukkan bahwa seksualitas kita ditentukan dalam rahim," ujarnya.

Menurutnya, hal itu tergantung pada jumlah hormon laki-laki yang kita miliki atau cara tubuh bereaksi terhadap hormon itu.
Bagi mereka yang terlahir dengan kadar hormon testosteron lebih tinggi memiliki kemungkinan lebih tinggi juga untuk menjadi biseksual atau homoseksual.
Tak Berlaku pada Laki-laki
Perbedaan panjang jari-jari antara laki-laki dan perempuan ini disebut sebagai sifat dismorfik seksual.
Artinya, orientasi seksual kemudian dapat dilihat dari tangan. Namun, penelitian ini dianggap akurat bagi perempuan, tidak bagi laki-laki.
Para ilmuwan juga mengukur panjang jari dari 14 pasangan laki-laki kembar identik dengan orientasi seksual berbeda. Namun tidak menemukan korelasi antara panjang dan orientasi seksual.
Baik laki-laki atau perempuan terpapar dengan hormon "laki-laki," testosteron di dalam rahim. Hanya saja, yang satu mendapat kadar yang lebih tinggi dibanding yang lain. (Muflika Nur Fuaddah/Intisari)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/jari-perempuan_20181018_163001.jpg)