Gunungkidul
Anggaran untuk Droping Air di Gunungkidul Sudah Terpakai Rp 500 Juta
Anggaran dana penanggulangan kekeringan di Gunungkidul sudah terpakai sekitar 78 persen.
Penulis: Wisang Seto Pangaribowo | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo
TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Anggaran dana penanggulangan kekeringan di Gunungkidul sudah terpakai sekitar 78 persen.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul melaporkan, dari tota; anggaran dana Rp 640 juta, kini sudah digunakan sebanyak Rp 500 juta.
Baca: Pemda DIY Andalkan Bantuan Dropping Air dari CSR
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gunungkidul Edy Basuki saat dihubungi Tribunjogja.com, Jumat (28/9/2018).
"Saat ini sudah terpakai kurang lebih Rp 500 jutaan, anggaran tersebut digunakan untuk membeli air, ganti spare part truk tanki," katanya.
Ia mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan droping air ke daerah yang terkena dampak kekeringan.
"Ada tambahan daerah terdampak kekeringan yaitu di Kecamatan semin tepatnya Desa Candirejo," katanya.
Ia mendapatkan informasi bahwa curah hujan pada Bulan Oktober hingga November jumlahnya di bawah tahun lalu.
"Jika dibandingkan dengan tahun lalu jumlah curah hujan pada Bulan Oktober hingga november lebih sedikit, memang pada Bulan November curah hujan sudah merata, dan pada bulan Desember hingga Januari curah hujan mulai tinggi," katanya.
Ia memperhitungkan bahwa anggaran droping akan cukup hingga Bulan Oktober.
tetapi jika tidak, dana tidak terduga dapat dicairkan untuk menambah anggaran droping.
"Bupati tentunya tidak tinggal diam, kan masih ada dana tidak terduga yang dapat digunakan untuk droping, jika dana sudah tidak mencukupi akan diberlakukan darurat bencana kekeringan," katanya.
Baca: Walhi Dorong Pelestarian Lingkungan untuk Atasi Kekeringan di DIY
Sebelumnya di dusun Blado, Desa Giritirto, Kecamatan Purwosari telah ditemukan sumber air di dalam gua yang mempunyai debit air yang tinggi.
Kepala Dusun Blado, Witanto mengatakan penemuan sumber air tidak sengaja saat itu warga sedang mencari kelelawar di dalam goa dan menemukan sumber air tersebut.
"Warga sekitar harus membeli air dengan harga Rp 50 ribu untuk 10 liter air, sedangkan untuk membeli tangki air dari swasta warga harus merogoh saku hingga Rp 150 ribu," katanya.(*)