Bawaslu Waspadai Money Politics, Kulonprogo dan Gunungkidul Jadi Perhatian
Ketua Bawaslu DIY mengatakan jika dalam masa kampanye, sangat rawan adanya money politik yang biasanya menyasar
Penulis: Siti Umaiyah | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM, YOGAKARTA - Selain hak pilih menjadikan DIY menempati urutan kedua Indeks Kerawanan Pemilihan Umum (IKP) yang diliris oleh Bawaslu, faktor kampanye juga menjadi perhatian Bawaslu DIY.
Bagus Sarwono, selaku Ketua Bawaslu DIY mengatakan jika dalam masa kampanye, sangat rawan adanya money politik yang biasanya menyasar ke masyarakat kurang mampu.
Dia menjelaskan, seringkali paserta pemilu merebut hati masyarakat miskin dengan cara membagikan uang untuk memperoleh tambahan surat suara.
"Kampanye rawan akan money politik, ini sering terjadi di daerah yang ekonominya tidak baik, kemiskinan cukup tinggi.
Kalau di DIY yang menjadi perhatian kita Kulonprogo dan Gunungkidul. Biasanya peserta pemilu seringkali menggunakan hal itu," ungkapnya.
Money politik ini seringkali terjadi dari tingkatan RT sampai dengan desa.
Hal tersebutlah yang membuat Bawaslu akan melakukan kordinasi dan konsolidasi dengan berbagai pihak.
Termasuk juga masyarakat setempat yang mengetahui adanya tindakan money politik.
"Kita akan dorong masyarakat untuk mau melapor apabila mendapati adanya money politik.
Money politik ini seringkali terjadi dibawah, di wilayah RT sampai dengan desa. Kita kadang juga kesulitan untuk mendapatkan saksi," terangnya.(may)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/bawaslu-waspadai-money-politics-kulonprogo-dan-gunungkidul-jadi-perhatian_20180927_172249.jpg)