Kulonprogo

Antisipasi Residu Berbahaya, Pemkab Kulonprogo Rutin Uji Laboratorium Hasil Tambak Udang

Antisipasi Residu Berbahaya dalam Udang, Pemkab Kulonprogo Rutin Uji Laboratorium

Antisipasi Residu Berbahaya, Pemkab Kulonprogo Rutin Uji Laboratorium Hasil Tambak Udang
TRIBUNJOGJA.COM / Singgih Wahyu
Aktivitas pekerja di tambak udang kawasan Glagah, Jumat (17/11/2017). 

TRIBUNJOGJA.COM - Angka produksi udang di Kulonprogo terus tumbuh pesat seiring banyaknya jumlah pembudidaya.

Namun begitu, kandungan residu kimia dalam daging udang diwaspadai Pemerintah Kabupaten Kulonprogo.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulonprogo, Sudarna mengatakan terdapat kekhawatiran adanya residu di balik kelimpahan gizi dan kelezatan udang.

Yakni, bahan endapan dalam daging sebagai sisa dari penggunaan obat kimia atau paparan bahan kimia.

Kandungan residu yang melebihi batas normal bisa membawa akibat buruk bagi kesehatan pengonsumsinya.

Maka itu, pihaknya secara intensif melaukan uji laboratorium residu udang setiap tiga bulan sekali terhadap hasil produksi di tambak para pembudidaya.

"Pengujian ini untuk menjamin rasa aman terhadap konsumsi udang. Setiap tiga bulan sekali kami rutin lakukan uji residu," kata Sudarna, Minggu (23/9/2018).

Baca: Dishub DIY Jajaki Kerjasama Dengan Pemprov Jateng untuk Pengoperasian Taksi Bandara NYIA

Pada triwulan I tahun 2018 ini, pihaknya telah mengambil enam sampel dari tambak udang di wilayah Pasir Mendit dan Pasir Kadilangu, Desa Jangkaran, Kecamatan Temon yang cukup ramai aktivitas budidaya.

Sampel yang diambil berupa udang berumur 40-70 hari untuk kemudian dianalisa residunya seperti kandungan antibiotik, insektisida hingga logam berat seperti timbal, merkuri, dan kadmium.

Pengujian dilaksanakan dengan metode Confirmatory bs AAS Graffite Furnace untuk parameter residu Timbal (Pb), Cadmium (Cd) dan Cold Vapour pada analisa residu Mercury (Hg).

Namun begitu, kata Sudarna, semua sampel itu menunjukkan kandungan residunya masih di bawah ambang batas maksimum dengan nilai kurang dari 250.

"Hasil uji menunjukkan udang-udang tersebut aman dikonsumsi," katanya. (tribunjogja)

Penulis: ing
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved