Battle Hand Paint Helmet ISF 2018 Jadi Ajang Unjuk Keterampilan Para Pinstriper
pinstriper unjuk keterampilan di ajang Battle Hand Paint Helmet dalam acara akbar Indonesian Scooter Festival (ISF) 2018
Penulis: Amalia Nurul F | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Sekitar 10 orang pinstriper unjuk keterampilan di ajang Battle Hand Paint Helmet dalam acara akbar Indonesian Scooter Festival (ISF) 2018 di Jogja Expo Center (JEC), Sabtu (22/9/2018) siang.
Bertemakan freedom, 10 orang pinstriper yang tampil di ajang Battle Hand Paint Helmet dalam acara akbar Indonesian Scooter Festival (ISF) 2018 pun
dibebaskan berkarya pada sebuah helm berwarna putih polos.
Koordinator Battle Hand Paint Helmet ISF 2018, Pepi mengatakan, peserta memang dibebaskan dalam berkreasi.
Baca: Terbuat dari Limbah Kayu, Vespa Milik Eri Pernah Ditawar Rp1,9 Miliar
Baca: Indonesian Scooter Festival 2018 Hadirkan Kontes Skuter Langka
Tak ada batasan alat atau properti dalam menggoreskan imajinasi mereka di atas helm.
"Durasinya enam jam, bebas dalam waktu segitu. Karena kan butuh detail juga. Sama ada juga yang catnya nggak bisa langsung kering," kata Pepi kepada Tribun Jogja.
Poin penilaian dalam kompetisi ini antara lain menurut Pepi adalah kreativitas, kerapian, dan inovasi.
Nantinya akan dilakukan penjurian secara tertutup.
"Penjurian dilakukan setelah clear area. Kalau sudah tidak ada audience," kata dia.
Para peserta ini pun datang dari berbagai daerah baik dari dalam DIY maupun luar DIY.
"Ada yang dari Malang, Semarang, Magelang, Jogja, Bantul juga ada," papar Pepi.
Kompetisi ini khusus untuk peserta usia 18 tahun ke atas.
"Ini usia 18 tahun sampai 30an tahun. Tapi besok Minggu ada yang khusus anak-anak lomba melukis helm," ujarnya.
Seorang pinstriper muda, Radja Tahtajasa yang masih berusia 19 tahun ini pun turut berpartisipasi dalam Battle Hand Paint Helmet ini.
"Ini baru pertama kali ikut," kata Radja.
Ia mengaku sudah menyiapkan konsep berdasar tema yang telah ditentukan.
"Ini campuran pinstripe tulisan sama gambar karakter gitu," ujar Radja sambil menunjukkan sketsa tipis yang telah ia goreskan pada helm.
Baca: Kisah Mudik Unik Ala Kima, Naik Vespa Lawas dari Tangerang ke Lampung
Baca: Kreatif! Warga Yogya Bikin Wall Decor Tema Otomotif
Radja mengaku ia tak memasang target untuk meraih juara dalam kompetisi ini. "Nggak ada (target). Buat seneng-seneng aja," kata remaja berkacamata ini.
Selain kompetisi battle hand paint ini, ada pula kompetisi diecast diorama dan juga kontes pedal car.
Untuk kontes pedal car sendiri dibagi dalam tiga kategori yakni original, restorasi, dan modifikasi.(amg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/battle-hand-paint-helmet-isf-2018-jadi-ajang-unjuk-keterampilan-para-pinstriper_20180922_205556.jpg)