Yogyakarta
Kontroversi Becak Motor, Dishub DIY Hanya Tangani Ketentuan Teknis
Dishub DIY hanyalah menangani terkait ketentuan teknis dan hanya bisa memberikan solusi yang tidak menyalahi aturan yang ada.
Penulis: Siti Umaiyah | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, TRIBUN - Terkait audiensi antara pemerintah DIY dan Paguyuban Becak Motor Yogyakarta (PBMY) pada Kamis (13/9/2018) yang tidak membuahkan hasil, perwakilan Dinas Perhubungan yang hadir dalam audiensi tersebut mengungkapkan terkait kewenangan bukanlah di tangan Dishub.
Hari Agus Triyono selaku Kabid Angkutan Darat Dishub DIY mengatakan jika pihaknya hanyalah menangani terkait ketentuan teknis dan hanya bisa memberikan solusi yang tidak menyalahi aturan yang ada.
Baca: Audiensi Paguyuban Becak Motor dan Pemda DIY Tak Buahkan Hasil
"Mereka minta dengan adanya Malioboro masih ingin beroperasi di Malioboro, kalau masalah boleh tidaknya itu bukan ketentuan dari Dishub. Kami hanya menangani terkait teknis dan kami tidak bisa mempengaruhi kewenangan dari masing-masing institusi," terangnya pada Tribunjogja.com.
Saat ini, pihaknya telah memberikan alternatif dengan cara menciptakan becak alternatif.
Dimungkinkan pada Desember bentuk dari becak tersebut akan rampung.
"Kami baru menyiapkan untuk solusi yang tidak menyalahi dengan memberikan alternatif prototipe becak yang sesuai di Yogyakarta dengan tenaga penggerak lain. Becak alternatif nanti akan dicoba," katanya.
Terkait adanya keberatan dari paguyuban becak motor terkait opsi alternatif tersebut, Agus menyebutkan haruslah dicoba terlebih dahulu.
Baca: UPT Malioboro Minta Becak dan Andong Dukung Penataan Malioboro
"Namanya penggerak tergantung dari sumber dayanya. Dipakai mobil saja juga kuat. Hanya nantinya kita lihat dan menyesuaikan biaya. Kondisi topografi jalan yang ada di Yogyakarta juga tidak terlalu banyak tanjakan," terangnya.
Nantinya jika ada kekurangan ataupun yang tidak pas akan diperbaiki.
"Nanti kita uji coba, kalau ada yang kurang di tambahi. Kita siapkan, bentuk dan tipe masih seperti becak, tapi tenaga penggeraknya kita sesuaikan yang kira-kira bisa jadi alternatif ketika tidak di kayuh. Semisal dengan aki," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/logo-pemda_0312_20171203_164919.jpg)