Sleman

Rupiah Masih Lemah, Harga Tahu-Tempe Masih Stabil di Sleman

Ia tetap memasok dengan jumlah yang normal seperti hari-hari biasa. Ukuran pun tidak berubah.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Tentrem (50) penjual tempe dan tahu di Pasar Gamping, Sleman saat ditemui, Selasa (11/9/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS masih lemah, meski menguat tipis.

Berdasarkan update terbaru Selasa (11/09/2018), nilai tukarnya saat ini berada di kisaran Rp14,833,00 per Dolar AS.

Namun, kondisi ini ternyata tidak banyak mempengaruhi komoditas pangan impor, seperti kedelai.

Hal tersebut juga dipaparkan oleh Tentrem (50), penjual tempe dan tahu di Pasar Gamping, Sleman.

Ia menyebut tidak ada perubahan harga terhadap barang jualannya.

Baca: Peluang Sektor Pariwisata dari Penguatan Dolar

"Tempe saya jual Rp 2.000-7.000 per papan sesuai ukuran. Kalau tahu sekitar Rp3.000 sampai Rp 5.000," tutur Tentrem saat ditemui di Pasar Gamping hari ini.

Tidak hanya harga yang stabil, Tentrem pun tidak mengurangi stok barang yang dijual.

Ia tetap memasok dengan jumlah yang normal seperti hari-hari biasa. Ukuran pun tidak berubah.

Justru Tentrem menyatakan bahwa jumlah pembeli yang menurun selama beberapa hari ini.

Sebab para pembeli cenderung khawatir terhadap isu nilai tukar tersebut.

Baca: HIPMI DIY Ajak Pengusaha Konversikan Dolar ke Rupiah

"Banyak yang lebih memilih untuk irit belanja. Padahal dari penjual dan pemasok tidak menaikkan harga sama sekali," jelas warga Godean ini.

Sebagai dampaknya, Tentrem mengaku sempat mengalami penurunan keuntungan.

Namun ia menilai penurunan tersebut masih wajar dan bisa diantisipasi.

"Biasa kalau seperti itu, orang jualan pasti ada masa naik-turunnya," kata Tentrem.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved