Kota Jogja

Lewat Program dan Tindakan Konkret, PKL Malioboro Juga Ingin Buat Nyaman Kawasan Malioboro

Hal tersebut dimaksudkan sebagai upaya para pedagang kaki lima menuju One Stop Services untuk kawasan Malioboro.

Lewat Program dan Tindakan Konkret, PKL Malioboro Juga Ingin Buat Nyaman Kawasan Malioboro
TRIBUNJOGJA.COM / Wahyu Setiawan
Pelepasan burung merpati sebagai simbol penyuaraan Gerakan Indah Tanpa Memindah yang dilakukan oleh Kelompok Relawan Kebersihan Malioboro di Pintu Barat Kepatihan, Selasa (11/9/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Selain berharap mendapat perhatian dari pemerintah terkait upaya mempercantik kawasan Malioboro melalui Gerakan Indah Tanpa Memindah, Para pedagang kaki lima yang tergabung dalam Relawan Kebersihan Malioboro turut berupaya dengan beberapa program dan tindakan konkret dari para pedagang.

Disampaikan dalam Aksi Gerakan Malioboro Indah Tanpa Memindah yang dilaksanakan di sisi barat Pintu Kepatihan Malioboro, Sukidi selaku perwakilan aksi sekaligus perwakilan organisasi pedagang kaki lima PPLM menuturkan ada beberapa langkah dan inisiatif yang dilakukan oleh para pedagang diantaranya melakukan penataan dan pembersihan Malioboro.

"Pada tahap awal kami didukung FLKM, Paguyuban Kawasan Malioboro dan Laznas Al Azhar berfokus untuk menata kerapian dan kebersihan, tentu kami berupaya menggandeng pemerintah dan masyarakat lain," katanya, Selasa (11/9/2018).

Baca: Gerakan Indah Tanpa Memindah, Upaya PKL Malioboro Ingin Jadi Bagian yang Diindahkan

Bahkan, inisiatif ini telah didahului dengan upaya survei dan pendataan sampah serta kondisi kebersihan Malioboro di sisi timur.

"Kami juga akan meluncurkan Gerakan 'Jaka dan Lisa' yaitu Jaga Kebersihan dan Lihat Sampah Ambil. Rencananya setiap Jumat akan dilaksanakan bersih-bersih Malioboro terstruktur," lanjutnya.

Hal tersebut dimaksudkan sebagai upaya para pedagang kaki lima menuju One Stop Services untuk kawasan Malioboro.

Baca: PKL Malioboro Bantah Ada Praktik Jual Beli Lapak

Kepada Tribunjogja.com pihaknya menjelaskan, melalui gerakan dan aksi tersebut sekaligus bermaksud menggandeng akademisi melalui perguruan tinggi dan asosiasi arsitektur Indonesia untuk mendesainkan kawasan yang mana para pedagang ini turut serta dalam bagian keindahan Malioboro.

"Kami tentu juga tidak asal berdagang, kami pasti juga memikirkan agar pengunjung merasa nyaman dan terkesan selama berkunjung ke Malioboro," tutupnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved