Dampak Dolar Menguat
Dolar Menguat, Perajin Kaca Ekspor di Bantul Mendulang Untung
Dolar Menguat, Perajin Kaca Ekspor di Bantul Mendulang Untung. Keuntungan Naik 20 Persen.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Hari Susmayanti
Laporan Reporter Tribun Jogja Ahmad Syarifudin
TRIBUNJOGJA.COM - Imbas dari menguatnya dolar terhadap rupiah ternyata membawa berkah sendiri bagi Sapto Daryono, pengrajin kaca dari Manding, Sabdodadi, Bantul.
Pasalnya, semenjak dolar menguat hingga menembus angka Rp 14.974.05 perdolar, omset penjualan kerajinan kaca ke negara-negara Eropa terus terkatrol naik. Bahkan, naik hingga mencapai 20 persen.
Dalam satu bulan, Sapto mengaku sanggup mengekpor sebanyak tiga kontainer ke sejumlah negara-negara Eropa.
Antara lain ke Jerman, Prancis, Belgia, Belanda hingga negara Luxembourg.
"Desain kaca saya antikan. Model tiga dimensi. Dan ternyata negara-negara Eropa sangat suka kerajinan kaca tiga dimensi ini. Bahkan Belgia, Belanda dan Luxembourg minta kontrak satu tahun limited edition. Saya tidak boleh menjual produk saya ke negara lain," ungkapnya.
Keuntungan yang didapatkan Sapto dari bisnis eksportir kerajinan kaca mencapai ratusan juta rupiah.
"Satu bulan saya bisa kirim 1400 ps. Dengan omset mencapai Rp 800 juta. Bersihnya Rp 300 juta perbulan," tutur Sapto.
Kendati sudah dipercaya pasar internasional, pengusaha anggota dari Asmindo ini mengaku terus berusaha menjaga kualitas produk miliknya. Caranya dengan memakai bahan baku berkualitas pula.
Untuk memenuhi kualitas pasar, ia mengaku mendatangkan bahan baku langsung dari negara Jepang. Bahan baku impor dipilih, olehnya, karena memiliki kualitas bagus.
"Bahan baku lokal ada. Tapi kualitasnya masih kurang bagus. Jadi, menjaga kualitas, saya lebih memilih pake impor," terangnya. (tribunjogja)