Gempa Jogja Terasa Hingga Kediri
Gempa berkekuatan 5,8 SR mengguncang Daerah Istimewa Yogyakarta pada pukul 01.36 WIB, turut dirasakan oleh masyarakat Kediri
Penulis: Fatimah Artayu Fitrazana | Editor: ribut raharjo
"Dengan kemampuan finansial yang terbatas, mayoritas orang menginginkan bangunan yang besar dan indah, sehingga kekuatannya dikorbankan. Tulangan-tulangannya kurang, tembok dalam tidak bagus, tapi yang penting kelihatan mentereng," katanya disela penyerahan alat peraga fisik sederhana Simulasi Ketahanan Gempa Bangunan (Simutaga) kepada BPBD DIY di Media Center, Selasa (28/8/2018).
Hal itu menurutnya yang akan berbahaya jika terjadi gempa yang dapat datang sewaktu-waktu.
Dalam bencana alam gempa, menurutnya, munculnya korban jiwa bukanlah akibat dari gempanya namun justru akibat dari konstruksi bangunan yang rapuh sehingga mudah roboh saat terkena goncangan gempa.
Itulah yang menjadi keprihatinannya sehingga melalui alat simulasi yang dihibahkan kepada BPBD DIY dapat sedikit memberikan edukasi dan gambaran mengenai proses kegempaan serta konstruksi bangunan yang aman dan baik untuk masyarakat dalam hal menahan gempa.
Selain itu, dirinya juga mengajak masyarakat untuk mulai sadar dan peduli terhadap konstruksi bangunan terlebih hunian keluarga dan masyarakat umum.
"Harapan kami, adanya sosialisasi melalui BPBD DIY nanti, masyarakat bisa menuju ke arah sana. Kalaupun tidak, ya mungkin anak-anaknya, atau generasi muda yang tahu," tambah Guru Besar UII Yogyakarta tersebut. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-gempa-bumi_06_20180807_162611.jpg)