Pendidikan

Rayakan Idul Adha, SMPN 1 Yogyakarta Latih Siswa dalam Pelaksanaan Kurban

Penyembelihan hewan kurban ini sekolah juga dibantu dari tim jagal dari pondok pesantren.

Rayakan Idul Adha, SMPN 1 Yogyakarta Latih Siswa dalam Pelaksanaan Kurban
TRIBUNJOGJA.COM / Noristera Pawestri
para siswa saat memotong daging kurban di lapangan SMPN 1 Yogyakarta 

Laporan Reporter Tribun Jogja Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pada perayaan Hari Raya Idul Adha 1439 H, SMPN 1 Yogyakarta melaksanakan kurban dengan menyembelih sebanyak 2 sapi dan 5 kambing pada Kamis (23/8/2018).

Penyembelihan hewan kurban ini sekolah juga dibantu dari tim jagal dari pondok pesantren.

Ketua Panitia Kurban, Kadis Supriyadi mengatakan, kegiatan ini dalam rangka melatih kurban kepada para siswa serta mempererat kebersamaan dan toleransi.

Baca: UGM Menggelar Kongres Pancasila X

"Sapi dan kambing iuran siswa tapi ada juga shohibul qurban dari guru dan wali murid," ujar Kadis kepada Tribunjogja.com

Ia menambahkan, nantinya daging akan didistribusikan kepada warga lingkungan sekolah terutama pedagang yang ada di depan sekolah juga kepada RW setempat.

"Satu kelas juga dapat 4kg yang kemudian dimasak oleh siswa untuk dilombakan," lanjutnya.

Kadis berharap, dengan adanya kegiatan ini siswa bisa mencapai karakternya yang berhubungan dengan praktik beragama dan kerjasama.

"Praktik dalam pelajaran Agama dapat, kerjasama dengan antar semua warga sekolah di lingkungan juga dapat," terang dia.

Baca: Lebaran Kurban Polres Magelang, Kapolres Ikut Sembelih Sapi

Guna memastikan keamanan daging kurban serta mengantisipasi adanya cacing hati, panitia mendatangkan dokter hewan yang juga sekaligus Ketua Komite SMPN 1 Yogyakarta drh Ananta Heri Kurniawan.

Ia mengatakan dari hasil pemeriksaan terhadap dua kambing tidak ditemukan adanga cacing hati

"Dua dari lima kambing semua masih normal, daging aman dikonsumsi. Biasanya cacing hati itu ada di kambing domba kalau ini jenisnya jawa," ujarnya disela-sela melakukan pemeriksaan daging kurban.

Ananta menambahkan, pemeriksaan terhadap daging kurban pertama menyisir hati, yang kedua paru-paru.

"Biasanya kalau hewan itu tuberkulosis arahan kita meriksanya di paru-paru, biasanya ada sesuatu yang mengeras, nanti kita singkirkan kita potong," lanjutnya

Semisal ditemukan cacing hati, jika tidak terlalu banyak maka dihilangkan pada bagian tersebut.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved