Kesehatan

Ini Bahayanya Menyimpan Daging Kurban dalam Kantong Plastik Hitam

Karena alasan kepraktisan, banyak yang memakai kantong plastik/kresek hitam sebagai wadah daging.

Editor: Gaya Lufityanti

TRIBUNJOGJA.COM - Pekan depan umat muslim di seluruh dunia akan merayakan Iduladha.

Pada hari raya ini, umat muslim akan menyisihkan sebagian hartanya untuk dibelikan hewan kurban.

Hewan kurban ini nantinya akan disembelih dan akan dibagikan pada orang-orang yang membutuhkan.

Baca: Bupati Sleman Larang Warga Buang Sisa Potongan Hewan Kurban ke Sungai

Dalam membagikan daging tersebut, biasanya panitia hewan kurban akan menempatkan daging dalam sebuah wadah.

Karena alasan kepraktisan, banyak yang memakai kantong plastik/kresek hitam sebagai wadah daging.

Padahal pemakaian kantong plastik hitam sebagai wadah makanan berbahaya bagi kesehatan.

Kantong plastik, terutama yang berwarna hitam, kebanyakan adalah produk daur ulang.

Kita tidak tahu apa saja yang tercampur di dalamnya sehingga konsumen perlu waspada.

Dikutip Kompas.com, Husniah Rubiana Thamrin Akib selaku Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM pun memperingatkan masyarakat tentang ini.

Dikatakannya, dalam proses daur ulang tersebut juga ditambahkan berbagai bahan kimia yang bisa masuk ke dalam tubuh.

Baca: Bayu Jual Hewan Kurban Dengan Sistem Timbang Hidup

Untuk itu kantong plastik kresek warna hitam atau daur ulang tidak disarankan digunakan untuk mewadahi langsung makanan siap santap.

Menurut Husniah, residu monomer stiren yang tidak ikut bereaksi bisa terlepas pada makanan yang berminyak, berlemak, mengandung alkohol, dan terlebih dalam keadaan panas.

Hal sama diungkapkan oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). Mereka mengimbau masyarakat untuk memperhatikan 4 hal terkait penyembelihan hewan kurban Iduladha 1439 H.

Salah satunya, masyarakat disarankan memilih plastik yang tepat untuk membungkus daging mentah dan jangan menggunakan kresek hitam.

Pasalnya, di dalam kresek hitam mengandung bahan baku yang buruk bagi kesehatan, terlebih jika terkontaminasi pada daging kurban.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved