Kulonprogo

Sektor Riil Lebih Digarap Koperasi di Kulonprogo

Koperasi menjadi asas utama dalam menciptakan kesejahteraan dan perekonomian berkeadilan.

Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Singgih Wahyu
Menteri Koperasi dan UMKM didampingi Bupati Kulonprogo tengah meninjau sejunlah produk lokal Kulonprogo di Taman Budaya Kulonprogo. 

TRIBUNJOGJA.COM - Sektor riil dipandang lebih cocok jadi segmen garapan koperasi di Kulonprogo.

Ini terutama menyangkut kontribusi terhadap kemandirian ekonomi serta pemerataan kesejahteraan.

Di Kulonprogo terdapat setidaknya 700 koperasi terseleksi.

Baca: Gelombang Tinggi Sapu Pantai di Kulonprogo

Pemkab Kulonprogo menyadari fungsi koperasi sebagai saka guru perekonomian daerah dan berperan penting dalam pengembangan potensi masyarakat setempat.

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo mengatakan koperasi juga menjadi asas utama dalam menciptakan kesejahteraan dan perekonomian berkeadilan.

"Dulu kebanyakan koperasi bergeraknya di sektor jasa seperti usaha simpan pinjam. Namun, pada kenyataannya yang terjadi justru 'pinjam-pinjam' (kredit macet) terus. Makanya, lebih baik kita batasi dan bentuk yang bergerak di sektor riil," kata Hasto dalam peringatan Hari Koperasi di Taman Budaya Kulonprogo, Rabu (25/7/2018).

Menurutnya, sektor riil bisa diwujudkan melalui penggerakkan produk lokal dengan penerapan slogan Bela Beli Kulonprogo.

Baca: Desa Sulit Akses Air Bersih di Kulonprogo Semakin Bertambah

Di antaranya dengan adanya produk air minum dalam kemasan AirKu hingga akuisisi toko modern berjejaring oleh koperasi dengan brand ToMiRa (Toko Milik Rakyat).

Selain itu, Pemkab juga meluncurkan marketplace khusus bagi produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kulonprogo yakni belabeliKu.com.

"Penerapan kemandirian ekonomi dan hidup sederhana tentu tidak akan terpengaruh oleh perekonomian dunia yang tidak menentu sekarang ini," kata Hasto.

Menteri Koperasi dan UMKM, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga mengatakan, secara nasional ada sekitar 200 ribu unit koperasi namun yang sehat hanya sekitar 80.000 unit koperasi.

Kementerian dalam hal ini telah melakukan penyehatan 75.000 unit koperasi dan membubarkan 50.000 unit koperasi pasif (tanpa kegiatan).

Pihaknya mengapresiasi langkah Pemkab Kulonprogo dalam memberdayakan koperasi dan usaha milik rakyat.

Program tersebut dimungkinkan bisa mengurangi kemiskinan dan gini rasio di Kulonprogo apabila terus berjalan dan selanjutnya bsia menjadi model contoh bagi daerah lain.

"Saya sempat meragukan Tomira ini berkelanjutan mengingat tidak mudah menarik (sistem) ekonomi yang sudah kuat ke koperasi. Tapi ternyata bisa, dengan kegigihan Bupati," katanya.

Baca: Bupati Kulonprogo Biarkan Warga Tinggal di Masjid

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved