Yogyakarta

Gelombang Tinggi Diperkirakan Masih Akan Terjadi hingga 28 Juli 2018

Gelombang tinggi diperkirakan masih akan terjadi sampai dengan tanggal 28 Juli 2018.

Gelombang Tinggi Diperkirakan Masih Akan Terjadi hingga 28 Juli 2018
Tribun Jogja/Susilo Wahid
Warga Pantai Pandansimo, Srandakan, Bantul mengevakuasi barang ke lokasi yang lebih aman menjauh dari bibir pantai karena rumah mereka rusak diterjang gelombang tinggi laut selatan, Rabu (25/7/2018). 

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Siti Umaiyah

TRIBUNJOGJA.COM - Gelombang tinggi diperkirakan masih akan terjadi sampai dengan tanggal 28 Juli 2018.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Dwikorita Karnawati.

Dwikorita menyebutkan, di tanggal 24-25 Juli 2018 memang sudah diperkirakan adanya peningkatan tinggi gelombang menjadi 4-6 meter (sangat berbahaya) di perairan selatan Jawa dan beberapa perairan lain di Indonesia seperti Perairan Sabang, Perairan barat Bengkulu hingga Lampung, Samudera Hindia, Selat Bali dan sebagainya.

Baca: BPBD Bantul : 19 Rumah dan 22 Warung Rusak Akibat Gelombang Tinggi

"Puncak ektrem gelombang tinggi memang kita perkirakan terjadi tanggal 24-25 Juli 2018. Sebelumnya di tanggal 19 Juli 2018 BMKG juga sudah memberikan peringatan dini dimana ketinggian gelombang mencapai 6 meter," katanya, Rabu (25/7/2018).

Mengenai penyebab dari adanya gelombang tinggi tersebut, Dwikorita mengatakan hal tersebut dikarenakan tekanan tinggi yang bertahan di Samudera Hindia (barat Australia) atau yang disebut Mascarene High yang memicu terjadinya gelombang tinggi di perairan selatan Indonesia.

"Ini karena kecepatan angin yang tinggi di sekitar wilayah kejadian Mascarene High di Samudera Hindia dan terjadinya swell/alun yang dibangkitkan oleh Mascarene High menjalar hingga perairan Barat Sumatera, Selatan Jawa hingga Pulau Sumba. Kondisi tersebut juga berdampak pada peningkatan tinggi gelombang hingga berkisar 4-6 meter di perairan selatan Jawa hingga Nusa Tenggara," katanya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi Mlati, Yogyakarta Agus Sudaryanto menyebutkan di tanggal 24-25 merupakan puncak gelombang tertinggi.

Yang mana tinggi gelombang di beberapa daerah bisa mencapai 7 meter.

Baca: Hadapi Gelombang Tinggi, BPBD Bantul Tingkatkan Kewaspadaan

"Ada yang lebih dari 6 meter. Namun, untuk tanggal-tanggal berikutnya turun jadi hanya sekitar 4-5 meter. Dibanding tahun sebelumnya ini merupakan tertinggi, tahun sebelumnya tidak mencapai 7 meter. Cakupannya juga yang paling luas," katanya.

Dengan kondisi gelombang laut yang tinggi tersebut, masyarakat dan kapal-kapal terutama perahu nelayan dan kapal-kapal ukuran kecil agar tidak memaksakan diri untuk melaut serta tetap waspada dan siaga dalam melakukan aktivitas pelayaran.

"Masyarakat khususnya di pantai selatan, nelayan diminta jangan melaut dulu. Bagi pedagang harus waspada karena ombaknya bisa sampai ke pantai," katanya pada Tribunjogja.com. (*)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved