Kota Yogyakarta

Perjuangan Sofwan Cari Sekolah Negeri Buat Adiknya Akhirnya Berbuah Manis

Perjuangan Sofwan Cari Sekolah Negeri Buat Adiknya Akhirnya Berbuah Manis

Perjuangan Sofwan Cari Sekolah Negeri Buat Adiknya Akhirnya Berbuah Manis
Tribun Jogja/ Noristera Pawestri
Salah seorang wali murid mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta untuk melihat pengumuman pengisian sembilan kursi kosong SMP Negeri, Selasa(24/7/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM - Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta telah mengambil kebijakan untuk mengisi sembilan kursi kosong SMP Negeri yang ada di Kota Yogyakarta.

Hari ini, Disdik sudah mengumumkan siswa-siswa yang beruntung untuk mengisi sembilan kursi kosong tersebut.

Salah satu siswa yang beruntung bisa masuk ke sekolah negeri lewat kebijakan dari Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta ini adalah Muhammad Fazza Alkautsar.

Warga Gedongkiwo, Mantrijeron ini akhirnya diterima di SMPN 3 Yogyakarta.

Jarak SMPN 3 Yogyakarta dengan rumah Fazza sekitar 2.055 kilometer saja.

Baca: Mahasiswa UGM Kembangkan Power Bank Ramah Lingkungan

Kakak Muhammad Fazza Alkautsar, Muhammad Sofyan Hafis Firdaus mengaku bersyukur atas kebijakan yang diambil oleh Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta ini.

Setelah melalui jalan yang berliku, akhirnya Fazza bisa bersekolah di SMP negeri.

"Ya alhamdulillah bersyukur bisa diterima di SMP Negeri. Saya bilang ke adik kalau terpaksa di SMP Negeri yang sisanya ini mau nggak? Katanya, nggak masalah mas, yang penting aku bisa keterima negeri, usahaku sampai belajar tengah malam terbayar lunas," ujarnya ketika ditemui saat melihat pengumuman di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta pada Selasa (24/7/2018).

Warga RW 02 Suryowijayan, Gedongkiwo, Mantrijeron memilih SMPN 3 Yogyakarta walaupun secara jarak, kediamannya lebih dekat dengan SMPN 13 Yogyakarta.

"Namun kursi di SMPN 3 lebih banyak, ada 3 kursi sementara SMPN 13 hanya ada 1 kursi sehingga kami menjatuhkan pilihan pada SMPN 3," tuturnya.

Firdaus memperjuangkan adiknya untuk bisa bersekolah di SMP Negeri lantaran ia melihat adiknya telah berjuang keras saat menghadapi USBN.

Ditambahkannya, bahkan menjelang USBN kemarin, sang adik sampai belajar hingga pukul 00.00 WIB.

"Makanya dengan melihat itu dan adik saya tidak diterima karena adik saya bukan orang malas dan tidak pantas untuk diterima di SMP Negeri tidak akan saya perjuangkan. Saya melihat adik saya berjuang seperti itu, makanya saya berjuang juga," katanya. (tribunjogja)

 

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved