Kisah Inspiratif

Kisah Gustika: Perjuangan Melawan Kanker seorang Driver Ojek Online

Kisah Gustika: Perjuangan Melawan Kanker seorang Driver Ojek Online Stadium 1.

Penulis: Victor Mahrizal | Editor: Hari Susmayanti
Istimewa
Gustika Afiandy (38), salah satu pengemudi ojek online sedang berjuang menghadapi kanker otak stadium satu. Saat ini, kondisi ia telah jauh lebih baik setelah divonis kanker otak stadium 4 pada awal tahun 2000-an. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Victor Mahrizal

TRIBUNJOGJA.COM - Kisah Gustika Afiandy (38), salah satu pengemudi ojek online, ternyata memiliki babak yang menarik untuk dibagikan.

Akrab disapa Gustika, bapak dua anak ini sedang berjuang menghadapi kanker otak stadium 1.

Walaupun begitu, Gustika mengaku bahwa kondisi kesehatannya bukanlah sebuah hambatan untuk menjalankan profesinya sebagai pengemudi ojek online dan tetap berusaha untuk membantu sesama.

Semua berawal tahun 2000-an saat Gustika divonis mengidap kanker otak stadium 4.

Dokter memvonis Gustika hanya memiliki sisa waktu beberapa tahun saja. Vonis tersebut sangat mengejutkan dan sempat membuatnya kehilangan semangat hidup.

Baca: Kisah di Balik Cikal Bakal Pembentukan Satuan Elite Kopassus TNI AD

Namun Gustika tak ingin terlarut dalam kesedihan. Ketika sedang berjuang menghadapi penyakit ini, salah satu sahabat serta orang tua Gustika mengatakan bahwa Tuhan lah yang memberikan dan menyembuhkan penyakit.

“Sakit datangnya dari Tuhan dan Tuhan-lah yang memiliki kehendak untuk menyembuhkannya. Oleh karena itu, yang bisa kita lakukan adalah tetap semangat dan yakin terhadap Tuhan kita.”

Kata-kata tersebutlah yang menjadi pegangan Gustika untuk tetap semangat dalam hidup.

Berkat semangat positif dan keyakinannya, kanker otak yang dialami oleh Gustika saat ini perlahan mengecil dan menurun ke stadium 1.

“Jika ada teman-teman pengemudi yang sedang mengalami musibah, seperti kebakaran atau butuh darah, kita sering membantu. Saya ingat pesan dari dokter saya yang berasal dari Australia bahwa cara paling ampuh untuk menghilangkan penyakit, selain berobat dan berdoa, adalah dengan membantu sesama tanpa mengenal ras, suku, agama,” paparnya. (tribunjogja)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved