Bandara NYIA Kulonprogo

Hidung Warga PWPP-KP Berdarah Saat Pembersihan Lahan NYIA Kulonprogo

Warga penolak pembangunan NYIA, Ika Rochyanti, hidungnya berdarah terkena pukulan petugas saat mengevakuasinya secara paksa, Kamis (19/7/2018).

Penulis: sis | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Singgih Wahyu
Upaya pembersihan lahan bandara di Temon, Kulonprogo, pada Kamis (19/7/2018), telah merobohkan sedikitnya 23 rumah milik pegiat Paguyuban Warga Penolak Penggusuran Kulonprogo (PWPP-KP). 

Akibat pemukulan itu, darah segar mengalir dari hidung Ika.

Selanjutnya, Ika yang berhasil dievakuasi keluar rumah, tak kuasa melihat tempat tinggalnya dirobohkan.

Melihat kejadian itu, Ika bingung mau menetap di mana.

Baca: PT Angkasa Pura I Robohkan Rumah Milik Warga Penolak Proyek NYIA

"Ya nanti sama teman-teman, sedulur-sedulur, bareng-bareng," katanya.

Belum juga hilang kebingungan Ika, permasalahan lain datang menghantam.

Ika tak tahu kemana perkakas dan perabotan rumah miliknya dibawa.

"Nggak tahu udah dibawa ke mana itu," katanya.

Kapolres Kulonprogo, AKBP Anggara Nasution, mengatakan, tidak ada laporan dari masing-masing ketua tim aparat terkait insiden pemukulan yang menyebabkan hidung Ika Rochyanti berdarah.

Menurutnya, pelaksanaan pembersihan lahan kemarin berjalan lancar tanpa ada halangan maupun hal yang mengganggu pekerjaan.

“Sempat terjadi aksi saling dorong antara warga dan petugas, serta pelemparan tanah oleh warga kepada petugas. Kita akan menindaklanjuti bila memang ada laporan. Kami pelajari kejadian sebenarnya," kata AKBP Anggara. (*)

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved