Singgah di Masjid Bersejarah

Video Masjid Jami' Al Munawwir, Pusat Peribadatan dan Syiar Berbasis Pesantren

Video Masjid Jami' Al Munawwir, Pusat Peribadatan dan Syiar Berbasis Pesantren

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Hari Susmayanti

"Tiga serangkai inilah yang kemudian mengembangkan masjid Al-munawwir dan pondok pesantren krapyak," terangnya.

Efek gempa

Masjid Jami' Al Munawwir pernah mengalami pemugaran bangunan sebanyak dua kali. Pertama kali diperbaiki pada tahun 1970 oleh KH Ali Maksum.

Perbaikan pada tahun ini lebih dominan dilakukan pada bagian atap. Awalnya bagian atas masjid ini berbentuk mustaka dengan simbol gada selayaknya masjid kagungan dalem Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Kemudian oleh KH Ali Maksum bagian atap diganti menjadi kubah besar selayaknya model masjid-masjid Timur tengah.

Perbaikan kedua bangunan masjid terjadi pada tahun 2006 pasca mengalami rusak berat, akibat terjadi gempa bumi.

"Tahun 2006 itu kemudian dibangun total dengan profesional dan seni bangunan mutakhir. Dibangun menjadi tiga lantai hingga saat ini," ujar dia.

Hingga saat ini, Masjid ini berdiri megah dan ditetapkan menjadi masjid besar berdasarkan keputusan Camat Sewon nomor 54 tahun 2015.

Terletak di perbatasan Kabupaten Bantul dan kota Yogya, Masjid Jami' Al Munawwir menjadi pusat peribadatan dan sosial kemasyarakatan berbasis pondok pesantren. (ahmad syarifudin)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved