Singgah di Masjid Bersejarah
Video Masjid Jami' Al Munawwir, Pusat Peribadatan dan Syiar Berbasis Pesantren
Video Masjid Jami' Al Munawwir, Pusat Peribadatan dan Syiar Berbasis Pesantren
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM - Berdiri gagah di perbatasan Kabupaten Bantul dan Kota Yogya, Masjid Jami' Al Munawwir menjadi pusat peribadatan dan sosial kemasyarakatan berbasis pondok pesantren.
KETIKA matahari baru saja condong kearah Barat, lepas dari pukul dua, sore itu, suasana Masjid Jami' Al-Munawwir masih tampak lengang.
Hanya ada beberapa santri di dalam masjid yang terlihat tengah membaca Alquran dengan khusuk.
Masjid Jami' Al Munawwir berada tepat di tengah kompleks pondok pesantren Krapyak, Panggungharjo, Sewon, Bantul.
Bangunan masjid ini berdiri gagah, menjulang tinggi tiga lantai.
Kemegahan masjid ini tampak jelas dari ornamen yang ada di dalam masjid. Tiang dan segala sudut tembok didominasi oleh keramik marmer mengkilat.
Lampu yang menggantung perkasa di tengah masjid terbuat dari kristal. Tampak mewah.
Selayaknya masjid lain, ada juga ornamen kaligrafi yang tampak indah terpahat di tembok di depan area pengimaman.
Bagian sayap kiri masjid ada tempat wudhu yang di depannya terdapat kolam kecil untuk membasuh kaki sebelum dan selepas mengambil air wudhu.
Di sebelah kiri dan kanan bangunan masjid ini dikelilingi juga oleh bangunan pondok. Tempat di mana para santri tinggal menetap dan menuntut ilmu agama.
Baca: Video Masjid Perak Kotagede, Dibangun Lebih Modern Setelah Gempa 2006
Tak berselang lama, ketika Tribun Jogja tengah menikmati keindahan bangunan masjid, adzan ashar menggema.
Beberapa santri terlihat berdatangan segera memadati saf-saf didalam masjid. Jamaah salat ashar, sore itu, berlangsung khidmat.
Dibangun 1911
Ketua Takmir Masjid, KH Muhtarom Busyro, S.Ag. M.S.I, menceritakan, Masjid Jami' Al Munawwir merupakan basis semua aktifitas dan sentral kegiatan para santri di lingkungan pondok pesantren Al-munawwir.
Masjid ini dibangun pertama kali pada tahun 1911 oleh KH Moenawwir Bin KH Abdullah Rosyad sepulang dari belajar ilmu agama selama 21 tahun di kota Makkah Almukarromah, Arab Saudi.