Mudik 2018
Daftar Obat-obatan yang Harus Anda Siapkan Menjelang Mudik
Gangguan kesahatan bisa mengganggu perjalanan mudik, jika di tengah perjalanan kondisi tubuh drop
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gangguan kesehatan bisa saja terjadi kapan pun dan di mana pun. Salah satunya ketika saat dalam perjalanan mudik ke kampung halaman.
Gangguan kesahatan dapat mengganggu perjalanan mudik Anda, jika di tengah perjalanan kondisi tubuh terserang penyakit.
Tidak mengenal usia, gangguan kesehatan bisa saja terjadi pada semua orang dengan berbagai kalangan umur, baik itu anak-anak, remaja, dewasa maupun lansia.
Menurut dr Rr Vetria Sekar Damayanti MSc, SpA, Spesialis Anak dari RS UGM, ada beberapa obat yang harus disediakan untuk anak, saat melakukan perjalanan mudik menuju kampung halaman.
Hal ini dirasa sangat penting diperhatikan oleh para orang tua, karena gangguan kesehatan bisa saja terjadi kapanpun dan di manapun.
Apalagi saat dalam kondisi mudik, di tengah hirup pikuknya perjalanan bersama pemudik lain, akan semakin membuat perjalanan kurang nyaman.
Setiap kendaraan disarankan untuk membawa dan memiliki kotak PPPK, karena kotak tersebut akan sangat membantu untuk pertolongan pertama saat kita mengalami gangguan kesehatan saat mudik.
Vetria mengatakan, selama menempuh perjalanan jauh, anak dapat mengalami beberapa gangguan kesehatan seperti demam, batuk, pilek, diare dan muntah.
Hal ini jangan dibiarkan begitu saja, harus ada langkah awal, agar gangguan kesehatan tersebut tidak berlanjut menjadi lebih parah.
"Seperti mual dan muntah. Apabila anak memang sering mengalami mabuk kendaraan, sebelum berangkat dapat diberikan dulu obat untuk mengurangi mual dan muntah. Apabila anak muntah di perjalanan, obat-obatan seperti domperidon atau ondansetron dapat membantu mengurangi gejala. Usahakan berikan minum jika kondisi anak telah membaik. Ajak anak untuk melihat keluar jendela atau pemandangan yang jaraknya jauh dan mengurangi pemakaian gadge," ungkap Vetria Sekar Damayanti.
Ia melanjutkan, parasetamol atau ibuprofen dapat diberikan apabila anak terserang demam. Vetria menyarankan para orang tua agar membawa juga thermometer, untuk mengukur suhu tubuh pada anak.
Selain pemberian obat, berikan pula lebih banyak minum jika anak demam.
Selain itu, ia menyebutkan, pada anak yang terserang diare, agar berikan oralit atau larutan gula garam serta berikan pula makanan yang mudah dicerna oleh pencernaan anak.
"Untuk batuk atau pilek, anak bisa diberikan obat-obatan untuk mengurangi gejala, seperti mukolitik, dekongestan,dan anti alerg. Jika mengalami gangguan gejala pada kulit, orang tua harus persiapkan obat-obat topikal seperti salep anti gatal, alergi, bedak salisil, maupun obat anti alergi yang bisa diminum. Jika terjadi luka luar, berikan obat-obat untuk merawat luka, seperti betadine, rivanol, plester, kain kasa, dan gel atau salep untuk luka bakar," papar Vetria.
Ia menambahkan, untuk anak-anak yang sedang dalam masa pengobatan kondisi tertentu, seperti epilepsy, asma tuberculosis namun tetap bisa berangkat mudik ke kampung halaman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/minum-obat_0203_20180302_162011.jpg)