Ramadan 1439 H
Ngabuburit Antimainstream, Komunitas Ini Lakukan Freelatics
Freelatics merupakan aplikasi olahraga yang berasal dari Jerman. Aplikasi tersebut dapat diunduh melalui Google Play Store maupun AppStore.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA- Banyak cara yang dilakukan untuk mengisi waktu luang.
Berolahraga mungkin bisa jadi satu pilihan, sama seperti yang dilakukan oleh komunitas Freelatics Jogja.
Freelatics merupakan aplikasi olahraga yang berasal dari Jerman.
Aplikasi tersebut dapat diunduh melalui Google Play Store maupun AppStore.
Pegiat Freelatics Jogja, Agung Mustaqim (39) mengatakan dalam freelatics tidak menggunakan beban, kecuali berat tubuh.
Awalnya ia hanya berlatih sendiri saja, kemudian ia diajak oleh Galih temannya untuk berlatih freelatics bersama.
"Freelatics itu olahraga pake beban tubuh, nggak pake beban tambahan. Kalau komunitasnya latihan rame-rame di sini mulai 7 Januari 2015. Saya latian cuma sendiri, terus diajak Galih, yang sama-sama freelatics," kata Agung disela-sela latihan di Grha Sabha Pramana (26/5/2018).
Biasanya, lanjutnya, freelatics berlatih setiap Sabtu pagi di Grha Sabha Parmana.
Namun saat puasa, jadwal latihan diganti Sabtu Sore, jelang buka puasa.
Durasi waktu latihan pun berbeda, jika latihan biasa durasinya 1 jam, maka saat puasa hanya 30 menit saja.
"Olahraga itu harus rutin mau 15 menit kalau tiap hari ya nggak apa-apa. Biasanya Sabtu pagi, kalau puasa jadi sore. Paling bagus olahraga itu kalau puasa 30 menit sebelum buka puasa," lanjut Agung.
Menurutnya, keunggulan freelatics dibanding olahraga lain khususnya fitness adalah karena tidak menggunakan beban tambahan.
Selain itu freelatics juga bisa dilakukan dimana saja, tidak harus menyewa tempat.
"Namanya saja free, artinya kan gratis yaa. Jadi ya memang nggak perlu biaya. Nggak perlu tempat yang luas, mau di kamar aja bisa, di kantor juga bisa. Olahraganya juga cuma sebentar," tambahnya. (*)