Kota Yogyakarta
Kelurahan Warungboto Resmi Menjadi Katana
Kegiatan ini adalah bentuk antisipasi dari masyarakat untuk menghadapi bencana yang kapan saja bisa terjadi.
Laporan Calon Reporter Tribun Jogja Yosef Leon Pinsker
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - "Salam siaga, siap...tanggap...tangguh. Kelurahan Warungboto...bisa!"
Begitulah bunyi yel-yel yang didengungkan Inspektur upacara sekaligus Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta, Agus Winarto saat memberikan apel sebelum dimulainya acara Gladi Lapang Kelurahan Tanguh Bencana (Katana) sekaligus peresmian Kelurahan Warungboto sebagai Katana di Situs Warungboto, Kelurahan Warungboto, Kecamatan Umbulharjo, Senin (7/5/2018).
Dalam sambutannya Agus menuturkan bahwa kegiatan ini adalah bentuk antisipasi dari masyarakat untuk menghadapi bencana yang kapan saja bisa terjadi.
Kelurahan Warungboto, lanjutnya juga merupakan salah satu daerah di Kota Yogyakarta yang rawan terjadi bencana karena letaknya yang berdekatan dengan Sungai Gajah Wong.
Sebagai persiapan pihaknya telah melakukan pelatihan selama 9 kali simulasi termasuk 2 kali gladi kotor untuk mensukseskan kegiatan Gladi Lapang tersebut.
Baca: BPBD DIY Gelar Simulasi Bencana Gempa Bumi di Sosromenduran
"Kita tidak mengharapkan hal tersebut terjadi, tapi apabila terjadi masyarakat sudah siap dan paham betul bagaimana menghadapinya," ujarnya.
Pelaksanaan kegiatan diatur semirip mungkin dengan kejadian bencana banjir yang biasa terjadi.
Puluhan warga tampak mengikuti instruksi dari pengurus Katana Kelurahan Warungboto, mulai dari penginformasian keadaan waspada saat air sungai mencapai tinggi 200 cm hingga pengevakuasian warga ke tenda darurat yang sebelumnya telah dipersiapkan.
Halaman Situs Warungboto pun diubah dengan didirikannya dapur umum, posko kesehatan, dan posko tempat tinggal warga.
Sementara warga ada yang berperan sebagai ibu hamil, lansia, anak-anak, dan korban bencana.
Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biwara Yuswantana dalam sambutannya setelah kegiatan simulasi memberikan apresiasi kepada warga dan pengurus Katana yang telah melakukan simulasi dengan sebaik mungkin.
Dia mengatakan hal ini penting terkait untuk mengurangi kerentanan dan penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana alam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/puluhan-warga-yang-bersiap-dievakuasi-dalam-gladi-lapang-kelurahan-tangguh-bencana_20180507_141420.jpg)