Internasional

Temuan di Luzon Ini Bisa Ubah Sejarah Manusia Purba di Asia

Sekitar 709.000 tahun yang lalu, seseorang atau sekelompok manusia membantai seekor badak di Pulau Luzon, Filipina.

Temuan di Luzon Ini Bisa Ubah Sejarah Manusia Purba di Asia
CNN
Esvakasi Situs Kalingga Pulau Luzon Filipina 

TRIBUNJOGJA.COM - Sekitar 709.000 tahun yang lalu, seseorang atau sekelompok manusia membantai seekor badak di Pulau Luzon, Filipina.

Orang-orang itu menggunakan peralatan batu sebagai pisau penetak, pemotong, maupun pemecah tulang belulang sang badak purba.

Jejak pembantaian itu berupa peralatan batu dan tulang-tulang badak yang telah memfosil.

Para ahli menemukan jejak tubuh badak itu dipotong-potong secara sengaja menggunakan pisau batu.

Temuan di situs Kalinga, Luzon ini sangat menarik, dan bisa mengubah penulisan sejarah peradaban manusia di Filipina pada masa lampau.

Dilansir CNN, Kamis (3/4/2018), laporan penelitian di Luzon ini dipublikasikan di jurnal Nature edisi Rabu (2/4/2018).

Selama ini, para paleontolog dan  arkeolog meyakini manusia tertua yang menghuni Luzon berusia sekitar 67.000.

Jejaknya berupa satu tulang kaki yang ditemukan di Gua Callao, Luzon.

Manusia ini dari jenis Homo Sapiens atau manusia modern. Sayang sekali, untuk bukti kehadiran purba di situs Kalinga, belum ditemukan.

Dilihat dari pertanggalan fosil badak yang dibantai, umurnya diyakini sezaman dengan Homo Erectus yang mendirikan "kerajaan besar" di Sangiran, Sragen, Jateng.

Halaman
1234
Penulis: xna
Editor: has
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved