Kota Yogyakarta
Masuki Pancaroba, Waspada DB dan Flu
Ia pun mengajak masyarakat agar selalu menerapkan pola hidup sehat dan juga menjaga lingkungan agar tetap bersih.
Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Peralihan cuaca dari musim hujan ke panas berdampak pada kesehatan warga di Kota Yogyakarta.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Agus Sudrajat menjelaskan bahwa setidaknya ada beberapa hal yang perlu diwaspadai.
"Kita ingatkan kembali, untuk musim macam ini, virus luar biasa meningkat. Yang diwaspadai adalah Demam Berdarah. Kami mengingatkan supaya warga secara rutin melihat talang air untuk memgetahui keberadaan jentik, fungsinya untuk memutus mata rantai nyamuk," ungkapnya, Senin (30/4/2018).
Berdasarkan temuan di lapangan, setelah dilakukan pengamatan diketahui bahwa angka kepadatan nyamuk di Kota Yogyakarta tergolong mengkhawatirkan.
"Tapi belum tentu nyamuk Demam Berdarah atau bukan. Namun, kalau kepadatan nyamuk tinggi, perlu diwaspadai," urainya.
Baca: Wolbachia Diharapkan Dapat Menurunkan Kasus Demam Berdarah
Agus menuturkan, angka kejadian Demam Berdarah pada 2017 mencapai 414 kasus, 2 di antaranya meninggal dunia.
Kasus Demam Berdarah paling tinggi terjadi pada Januari sebanyak 159 kasus, Februari 72 kasus, Maret 53 kasus, April 44 kasus, Mei 22 kasus, Juni 15 kasus, Juli 8 kasus, Agustus 6 kasus, September 3 kasus, Oktober 15 kasus, November 9 kasus, dan Desember 8 kasus.
"Sementara ini, untuk tahun 2018, jumlah kasus sampai dengan April ada 28 kasus dengan rincian Januari 7 kasus, Februari 6 kasus, Maret 8 kasus, dan April 7 kasus. Tidak ada yang meninggal," ungkapnya.
Selain Demam Berdarah, lanjutnya, virus lain yang muncul pada masa pancaroba ini adalah flu.
Agus menyebutkan bahwa flu telah berevolusi menjadi flu yang tidak sama lagi dengan flu zaman dulu, namun semakin parah.
Baca: Sembuhkan Flu dengan Cara Aman Ini
"Hal ini dikarenakan belum ada obat yang membunuh virus flu itu sendiri sehingga flu menjadi semakin ganas. Upayanya untuk mencegah flu adalah dengan meningkatkan daya tahan tubuh," urainya.
Ia pun menuturkan, untuk meningkatkan daya tahan tubuh perlu dilakukan olahraga rutin, makan minum sehat seimbang setiap hari, dan tidak merokok serta mengonsumsi alkohol.