Kota Yogyakarta

Kolaborasi Indonesia-Jepang Hasilkan Kain Seperti Sutera

Nantinya akan ada 10 artisan dari Indonesia termasuk 5 dari Yogyakarta yang mengolah bahan tersebut untuk dijadikan tenun dan batik.

Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Yudha Kristiawan
Fitirani Kuroda menjelaskan salah satu batik karya artisan di acara Pameran dan Mini Show di Hotel Harper, Senin (16/4/18). 

Baca: Shopee Bantu Usaha Batik IKM Lewat Kelas Inspirasi

"Motif dekoratif kami angkat dari unsur-unsur alam Rejodani, seperti padi, sungai, singkong, dan simbol lain yang penuh makna. Selain itu ada ikon ikon Yogyakarta seperti tugu, keraton , laut selatan dan alun alun," terang Iffah.

Lanjut Iffah, dominasi warna coklat muda dan abu abu dipilih untuk mewakili warna yang identik dengan warna alam, bumi, tanah, kayu serta langit.

Warna warna tersebut menggambarkan, kebersahajaan, kerendahan hati serta kekuatan.

Selanjutnya, motif hanacaraka mewakili ciri khas Sogan Batik yang menggambarkan identitas Jawa atau Nusantara.

Di kesempatan yang sama, Fitriani Kuroda, dari PT Milangkori yang menjadi pendukung kolaborasi ini menjelaskan, latar belakang dibentuknya kolaborasi adalah untuk merespon semakin menurunnya perajin tenun sutra di tanah air lantaran bahan baku sulit didapatkan dan harganya relatif tinggi.

Baca: Sang Samurai Hitam, Kisah Budak Afrika yang Menjelma Jadi Ksatria Elit Jepang Tak Terkalahkan

Kuroda Masato, tenaga ahli JICA asal Jepang yang diberi tugas mengembangkan produk lokal di Indonesia merasakan hal tersebut kemudian berinisiatif mencari alternatif serat cupro yang bila diolah akan menghasilkan benang yang lembut dan berkilau seperti sutera.

"Kolaborasi antara Indonesia dan Jepang yang terjalin dalam usaha mencari bahan baku alternatif akhirnya berjalan dan produk bahan baku yang sudah ada ini memiliki harga yang jauh lebih murah dibandingkan sutera. Bila misalnya sutera memiliki harga sekitar Rp 1,3 juta, maka benang bemberg ini bisa didapatkan seharga Rp 400 ribu saja. Ini tentu jauh lebih murah tapi kualitas kain tetap terjaga," terang Fitriani.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved