Kota Yogyakarta
Kolaborasi Indonesia-Jepang Hasilkan Kain Seperti Sutera
Nantinya akan ada 10 artisan dari Indonesia termasuk 5 dari Yogyakarta yang mengolah bahan tersebut untuk dijadikan tenun dan batik.
Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja Yudha Kristiawan
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Lima pelaku UKM Batik di Yogyakarta mendapatkan kesempatan menampilkan karya mereka di ajang Pameran dan Fashion Show kolaborasi Indonesia dan Jepang.
Acara tersebut digelar dalam rangka 60 tahun hubungan kerjasama dua negara (pameran Inacraft) yang bakal berlangsung pada 25 hingga 29 April 2018 di Jakarta Convention Center (JCC).
Mereka adalah Uzy Fauziah dari DJ By Uzy, Essy Masita dari Maharani Persada, Nuri N Hidayati dari Marenggo Batik, Iffah M Dewi dari Sogan Batik Indonesia dan Cicik Mulyaningtyas dari Nakula Sadewa Batik.
Sebuah mini fashion show digelar di Hotel Harper Yogyakarta pada Senin (16/4/18) untuk memperkenalkan karya artisan yang terpilih untuk tampil di JCC nanti.
Pameran ini menampilkan kolaborasi antara pengusaha dan perajin Indonesia dan Jepang di sektor batik.
Baca: Dukung Pengembangan Batik Warna Alam, Yayasan Pendidikan Astra Tanam Ribuan Pohon Mahoni
Bahan baku yang diolah berbasis serat dan benang cupro bemberg Jepang.
Nantinya akan ada 10 artisan dari Indonesia termasuk 5 dari Yogyakarta yang mengolah bahan tersebut untuk dijadikan tenun dan batik.
Sedangkan artisan dari Jepang akan membuat produk berupa Kimono Batik.
Iffah M Dewi owner dari Sogan Batik dalam mini fashion show dalam rangka menuju pameran Inacraft nanti, menampilkan karya berjudul "Rejodani."
Iffah menjelaskan, kali ini Sogan menggunakan material bemberg (Japan new silky fiber) yakni kain yang berasal dari serat cupro, serat yang menempel di sekeliling biji kapas.
Benang yang dihasilkan dari bahan ini lembut dan berkilau seperti sutra. Bahan ini didatangkan dari Jepang dalam bentuk serat kemudian diolah menjadi benang oleh perajin di Wajo, Garut, Sukabumi dan perusahaan tekstil di Solo.
Sogan Batik menampilkan busana muslimah dan seperti biasanya, produk Sogan selalu diikuti dengan cerita soal motif yang dipilih.
Karya berjudul Rejodani ini terinspirasi dari desa sebelah selatan Gunung Merapi di mana Sogan Batik diproduksi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/fitirani-kuroda-menjelaskan-salah-satu-batik-karya-artisan_20180416_185355.jpg)