Mulai 13 April, Pedagang Beras di Pasar Tradisional Harus Sediakan Kualitas Medium
Untuk mengontrol harga beras medium di pasaran, Enggar telah menetapkan harga eceran tertinggi (HET), yang mulai berlaku per 1 April lalu.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kementerian Perdagangan RI mewajibkan seluruh pedagang beras di pasar tradisional, untuk menjual beras dengan kualitas medium, mulai 13 April mendatang.
Karena itu, dinas perdagangan di setiap daerah, diminta aktif melakukan pemantauan.
Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Perdagangan Enggartiasko Lukita, usai menyampaikan arahannya, kepada jajaran Pemerintah Daerah (Pemda) DIY, terkait ketersediaan pangan jelang bulan puasa dan hari raya Idul Fitri 2018, di Kepatihan, Yogyakarta, Jumat (6/4/2018).
"Kalau tidak siap dengan stoknya, maka kami siapkan, melalui mitra dari Bulog. Mekanisme pasar kami hormati. Proses perdagangan tetap kami jalankan. Jadi, maksudnya dengan mitra, tapi stok kami siapkan," ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Enggar mengaku bersyukur, saat mendengar paparan dari perwakilan Pemkab Kulonprogo, yang menyatakan stok beras di sana, sampai sejauh ini, lumayan melimpah.
Bahkan, stoknya cukup untuk meng-cover kebutuhan seluruh wilayah Yogyakarta.
Baca: Sistem SRG Diharapkan Dapat Angkat Beras Bantul
"Wah, kalau memang seperti itu, ya kita syukuri betul. Alhamdulillah. Dengan demikian, cadangan yang kita miliki, bisa dipakai untuk memenuhi kebutuhan di daerah lain, yang masih kekurangan," cetusnya.
Untuk mengontrol harga beras medium di pasaran, Enggar telah menetapkan harga eceran tertinggi (HET), yang mulai berlaku per 1 April lalu.
Melalui rapat koordinasi itu, pihaknya berharap dukungan dari Dinas Perdagangan, maupun Satgas Pangan dari kepolisian.
"Seperti halnya tahun lalu. Tahun lalu efektif, karena dari Dinas Perdagangan turun, Satgas (Pangan) juga. Kira-kira, titik kritis itu ada di H-15. Nanti, 200 staf kementerian ikut turun ke daerah-daerah rawan, untuk memantau ketersediaan pasokan dan harga," tukasnya.
Baca: Ingin Wajah Putih dalam Seminggu? Cobain Deh Masker Tepung Beras Ini!
Enggar juga mengimbau kepada masyarakat, supaya tidak merisaukan ketersediaan kebutuhan pokok, jelang bulan puasa tahun ini.
Ia memastikan, komoditi utama, seperti beras, daging, telur dan daging ayam, hingga minyak goreng, stoknya masih aman.
"Itu akan kita kontrol betul. Untuk daging, kami sudah siapkan daging beku, dengan harga Rp 80 ribu, baik itu daging dari India, maupun Australi," tandasnya.