Begini Lho Sejarah Panjang Plastik, Benda yang Mengubah Hidup Manusia

Namun, di luar kontroversi benda serba guna ini, tahukah Anda bagaimana sejarah plastik berkembang?

Editor: Ari Nugroho
greenjournalist.net
Ilustrasi 

Sayangnya, Bakelite bukanlah isolator yang baik seperti seluloid.

Karenanya, berbagai penelitian lanjutan terus dikembangkan untuk mencari plastik baru.

Baca: Siswa SDN 1 Berbah Belajar Mengolah Sampah Botol Plastik Bekas Jadi Ecobrick

Selanjutnya, Baekland menggunakan fenol, asam yang berasal dari tar batubara.

Dia kemudian membuat polystyrene pada 1929, poliester pada 1930, polyvinylchloride (PVC) dan polythene pada 1933, dan nilon pada 1935.

Kejayaan Plastik

Tahun-tahun selanjutnya, saat Perang Dunia II berkecamuk, industri plastik sintetis berjaya.

Hal ini karena adanya tuntutan untuk melestarikan sumber daya alam yang langka.

Dari hal tersebut, produksi alternatif sintetis menjadi prioritas.

Misalnya saja, sutra mulai digantikan nilon untuk bahan parasut, tali, pelindung tubuh, dan lain sebagainya.

Sepanjang periode perang, penelitian tentang plastik juga terus dilakukan.

Ini terbukti pada 1941, polyethylene terephthalate (PET) ditemukan.

PET sendiri merupakan bahan untuk membuat botol minuman bersoda karena cukup kuat menahan dua tekanan atmosfer.

Hal ini juga membuktikan betapa serba gunanya bahan-bahan baru yang murah tersebut.

Selanjutnya, plastik juga berkembang menjadi sarung tangan musim dingin, pembungkus bunga, dan lain sebagainya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved