Begini Lho Sejarah Panjang Plastik, Benda yang Mengubah Hidup Manusia
Namun, di luar kontroversi benda serba guna ini, tahukah Anda bagaimana sejarah plastik berkembang?
Uniknya, untuk benda yang bertujuan berbeda, para ahli dengan mudah mengutak-atik rangkaia struktruk polimernya.
Contohnya, botol susu di Inggris yang standar menggunakan polyethylene atau C2H4.
Dengan menambah satu karbon saja, polimer tersebut menjadi polypropylene yaitu bahan plasti yang lebih kuat.
Baca: Usia Baru 22 Tahun Tapi Sudah 30 Kali Operasi Plastik, Kini Ia Benar-benar Menyesal!
Isu Lingkungan
Pada masa-masa tersebut, optimisme terhadap plastik cenderung berlebihan.
Tapi hal ini tak bertahan lama.
Sesudah perang, terjadi pergeseran persepsi tentang plastik.
Ia tak lagi dipandang positif, terutama setelah puing-puing plastik di lautan pertama kali teramati pada 1960-an.
Apalagi 1962, Rachel Carson dalam bukunya Silent Spring mengungkapkan bahaya pestisida.
Ditambah pada 1969, tumpahan minyak di lepas pantai California juga mulai mendapat perhatian.
Kedua kasus tersebut meningkatkan kekhawatiran tentang polusi.
Kesadaran tentang isu lingkungan pun menyebar dan membuat plastik dipandang negatif.
Sejak 1970-an hingga kini, plastik menjadi limbah yang diwaspadai.
Sayangnya, pengelolaan limbah plastik belum sepenuhnya tertangani dengan baik.
Isu Kesehatan
Reputasi plastik juga kian menurun setelah ia disebut menjadi ancaman potensial terhadap kesehatan manusia.
Hal ini karena adanya bisphenol A (BPA), bahan kimia yang dimasukan pada plastik untuk membuatnya fleksibel, tahan lama, dan transparan.
BPA pada plastik yang digunakan untuk mewadahi makanan atau air minum dalam dosis yang tinggi bisa mengganggu sistem endokrin (hormonal).
Baca: Inilah Supermarket Pertama di Dunia yang Bungkus Produknya Bebas Plastik, Terus Pakai Apa Ya?
Untuk menyelesaikan masalah BPA, para peneliti kemudian membuat plastik yang bebas BPA untuk wadah makan dan minum.
Namun, ini bukan berarti masalah dari plastik berhenti.
Seperti yang disebutkan sebelumnya, baru-baru ini masalah mikroplastik juga menjadi sorotan.
Meski belum ada penelitian yang jelas mengenai efek mikroplastik dalam tubuh, tapi para ilmuwan memperingatkan bahayanya.(TRIBUNJOGJA.COM)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Penemuan yang Mengubah Dunia: Plastik, Si Serba Guna Tapi Berbahaya"
Penulis : Resa Eka Ayu Sartika
Editor : Resa Eka Ayu Sartika
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/plastik_-dfvgdf_20160207_224436.jpg)