ORI Anggap BPN Maladministrasi

Kepala ORI Perwakilan DIY, Budhi Masthuri menuturkan, bahwa sejak 2016 memang ada empat laporan terkait keluhan dugaan maladministrasi

ORI Anggap BPN Maladministrasi
Tribun Jogja/ Tantowi Alwi
Budhi Masthuri, Kepala Ombudsman RI Perwakilan DIY 

Laporan Reporter Tribun Jogja Yudha Kristiawan

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DIY merespon adanya empat laporan dari masyarakat terkait dugaan maladministrasi yang dilakukan oleh pihak BPN berkaitan dengan hak warga negara atas kepemilikan sebidang tanah.

Ditemui di kantornya, Kepala ORI Perwakilan DIY, Budhi Masthuri menuturkan, bahwa sejak tahun 2016 memang ada empat laporan terkait keluhan dugaan maladministrasi yang dilakukan pihak BPN.

Pelapor datang dari Kabupaten Bantul, Kulonprogo dan Kota Yogyakarta.

Empat laporan tersebut sama, yakni mengeluhkan kebijakan BPN yang tidak mau memenuhi hak atas peralihan tanah pada keempat pelapor lantaran mengacu pada instruksi dari Kepala Daerah Nomor : K.889/I/A/1975. 

Pada substansinya, instruksi tersebut menyebutkan adanya pembatasan kepemilikan tanah yang diberlakukan kepada WNI Keturunan Tionghoa.

Padahal instruksi tersebut bukanlah merupakan produk undang undang sehingga tak sesuai bila dijadikan acuan mengambil kebijakan.

Baca: 60 Bidang Tanah Hak Milik di Grogol 9 Masuk Zona Inti Gumuk Pasir

Setelah melakukan investasi mendalam dan mendatangkan empat orang ahli. Pihak ORI Perwakilan DIY akhirnya menyatakan bahwa BPN terkait di masing tempat kejadian pelapor terbukti memang melakukan maladministrasi.

"Melalui hasil akhir pemeriksaan laporan nomor 0053/LM/III/2016/YOG, 0079/LM/IV/2016/YOG, 0087/LM/IV/2016/YOG dan nomor 0103/V/LM/2016/YOG, tentang maladministrasi dalam pelayanan pendaftaran peralihan hak milik atas tanah oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bantul, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Kulonprogo dan Kepala Pertanahan Kota Yogyakarta, maka berdasarkan pemeriksaan  ORI menyatakan telah terjadi maladministrasi, selanjutnya menunggu keputusan pengadilan," terang Budhi, Senin (19/2/2018).

Halaman
12
Penulis: yud
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved