Terguncang-guncang, Runtuh, Ditinggalkan, Candi Kedulan Kemudian Tertimbun Lahar Merapi

Candi Kedulan pernah terdampak gempa hebat yang membuat bagian-bagian candi rusak berat.

Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Setya Krisna Sumargo
Para steller atau ahli pencari batu candi memeriksa komponen batuan bagian dari kaki Candi Kedulan yang sedang dipugar. 

Sesudah terkena gempa dahsyat, candi ditelantarkan hingga terkena sapuan awan panas pada 1285 Masehi.

Permukaan Kedulan naik hingga halaman dalam yang selanjutnya tumbuh pohon aren dan jokong.

Tunggul pohon ini ditemukan di halaman dalam candi, sesuatu yang tidak lazim ada di bangunan peribadatan suci masyarakat Hindu.

Sejak itu secara berulang-ulang Candi Kedulan di sebelah timur laut Candi Sambisari itu tertimbun lahar dalam enpat periode.

Yaitu 1587 M (360+/-50 yBP, 240+/-50 yBP, 200+/-50 yBP, dan waktu yang belum diketahui pada lapisan fluvium teratas).

Kassubag TU BPPCB DIY, Indung Pancaputra, yang pernah terlibat ekskavasi awal Candi Kedulan ketika ditemukan, memastikan situs itu memang layak dan sudah siap dipugar.

"Batuan dan ornamen kelengkapannya 90 persen sudah teridentifikasi. Semua masih asli, termasuk patung-patung pengisi relung di empat sisi candi induk," kata Indung.

Namun proyek pemugaran ini masih menyisakan problem cukup krusial secara teknis.

Pertama, ada lahan yang masih belum terbebaskan terkait penataan keseluruhan.

Kedua, masalah hidrologi.

Air baik dari permukaan maupun dari sumber di bawah ini perlu penanganan ekstra.

"Ini sedang dicarikan solusi oleh pakar sipil yang dilibatkan," lanjutnya.

Posisi candi yang lebih kurang 8 meter dari permukaan sekitar yang berupa sawah, saluran irigasi, dan sungai kecil di sebelah barat, membuat situs ini rawan dibanjiri air.

Kepala Seksi Pelestarian BPCB DIY, Wiwit Kasiyati menjelaskan, pemugaran Candi Kedulan meliputi unsur bangunan dan tata lingkungan sekitar situs secara keseluruhan.

"Target 2020 komplek bangunan candi sudah bisa kita tampakkan. Berikutnya pengembangan melibatkan pihak terkait, terutama Pemkab Sleman," imbuhnya.(Tribunjogja.com)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved