Terguncang-guncang, Runtuh, Ditinggalkan, Candi Kedulan Kemudian Tertimbun Lahar Merapi

Candi Kedulan pernah terdampak gempa hebat yang membuat bagian-bagian candi rusak berat.

Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Setya Krisna Sumargo
Para steller atau ahli pencari batu candi memeriksa komponen batuan bagian dari kaki Candi Kedulan yang sedang dipugar. 

Singkapan di dinding situs yang terbuka juga menunjukkan jejak faktual perlapisan material yang unik.

"Ada setidaknya tiga belas (13) perlapisan material dari permukaan hingga kaki candi," lanjutnya.

Selama katakanlah 250 tahun sejak candi itu dibangun pada 869 Masehi hingga ditemukan 1993, ketebalan lapisan material di lokasi mencapai lebih kurang 8 meter.

"Bayangkan saja setebal itu perlapisannya dari Merapi. Kita bisa menilai dan sekaligus belajar dari sejarah kebencanaan masa silam," ujar pakar yang kerap dilibatkan dalam penelitian situs arkeologi ini.

Teori gempa dahsyat sebagai penyebab ditinggalkannya Candi Kedulan sejalan dengan temuan penelitian Dr Ir Sri Mulyaningsih dari IST Akprind.

Ahli geologi yang mendapatkan gelar doktornya dari hasil meneliti candi-candi yang terkubur material vulkanik Merapi, juga menunjuk temuan kaki candi yang bergelombang.

Tak hanya itu, Sri Mulyaningsih menemukan arca dan bebatuan candi terlempar lima meter dari posisinya.

Namun, ia menemukan indikasi material lahar pernah menerjang candi sebelum terkena gempa.

Selain itu, Sri Mulyaningsih meyakini situs itu telah digunakan sejak periode abad 3-6.

Bangunan candi kuno itu berdiri di selatan posisi candi induk yang sekarang dipugar.

Hasil pentarikhan menggunakan uji karbon, material ini terkubur endapan pyroclastic surge dalam tiga lapisan.

Masing-masing dibatasi lapisan tipis paleosol atau semacam tanah dari masa purba.

Masing-masing endapan berusia 1445 tahun, 1175 tahun, dan 1060 tahun yang lalu.

Candi kemudian direnovasi abad 8/9, namun tertimbun lagi sebelum digali 940 tahun lalu.

Jejaknya ada di kaki candi sisi tenggara.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved