Wow, Harga Jual Sidat Ini Tembus 150 Ribu Per Kilogram
Setidaknya sekitar 11 bulan masa pembesaran, sidat ini baru bisa dipanen dengan harga jual Rp 150 ribu per kilo berisi tiga ekor sidat siap konsumsi.
Penulis: Susilo Wahid Nugroho | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Suryo Putro Nugroho, warga Nderesan RT 08, Ringinharjo, Bantul selama tiga tahun terakhir ini menekuni usaha pembesaran ikan sidat (Anguilla marmorata, Anguilla bicolor).
Jenis ikan ini masuk kategori sulit dikembangkan.
Tapi Suryo, begitu ia disapa begitu tertantang untuk mengembangkanya.
Satu alasannya, karena provit dari ikan ini begitu menggiurkan.
Dalam membesarkan sidat ini butuh keahlian dan ketelatenan yang serba maksimal.
"Harus telaten kalau mau memelihara sidat, mulai dari makanan, pengelolaan maupun kualitas air sampai bagaimana cara kita dalam memperlakukan mereka sehari-hari sangat penting," kata Suryo.
Dimulai dari makanan, Suryo punya formula khusus saat mulai memelihara sidat yang masih berukuran kecil.
Ia membuat makanan sidat dari pelet yang dicampur dengan susu bubuk.
Susu bubuk ini berfungsi sebagai stimulan rasa dan menambah kandungan protein.
Baru setelah sidat mulai besar, pakan diganti makanan ikan konvensional.
Hanya saja, sidat perlu dilatih supaya mau melahap makanan ikan ini.
Opsi lain, adalah memberi makan bekicot atau katak yang dihaluskan.
Pemberian pakan dilakukan dua kali sehari pada pagi dan sore.
"Yang penting tidak diganti-ganti, kalau kasih makan dari makanan ikan ya seperti itu terus, air juga harus dialiri tiga hari sekali supaya bekas makanan atau kotoran yang berpotensi meracuni sidat bisa larut ke air pembuangan, kolam dan kedalaman air juga harus ideal," kata Suryo.
Tingkat kesulitan memelihara sidat yang tinggi karena sidat mudah stres.
Makanan diganti, kualitas air yang buruk sampai ada sidat yang mati di kolam pun bisa menjadi masalah yang besar.
Karena jika sidat stres, tubuhnya akan mengeluarkan enzim yang menjadi racun untuk dirinya sendiri.
"Jadi kalo ada sidat mati harus segera dibuang karena sidat tidak pernah memakan bangkai jenisnya sendiri, sidat tiba-tiba tidak mau makan juga harus diperhatikan pasti ada yang kurang beres, misalnya saja air sudah sangat kotor jadi harus segera diganti," kata Suryo.
Menurut Suryo, kesulitan dalam memelihara sidat ini akan terbayarkan dengan provit yang nantinya didapat saat masa panen tiba.
Setidaknya sekitar 11 bulan masa pembesaran, sidat ini baru bisa dipanen dengan harga jual Rp 150 ribu per kilo berisi tiga ekor sidat siap konsumsi.
Sampai di restoran, harga menjadi fantastis karena satu kilo sidat matang yang sudah siap disantap bisa berharga Rp 300 ribu.
Bahkan di banyak restoran modern dengan sistem pembeli memilih dan memasak sendiri, sidat ini bisa berharga sampai jutaan rupiah per kilonya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/sidat_20180202_225123.jpg)