Merajut Hubungan Baik Yogyakarta-Makassar Melalui Napak Tilas Makam Diponegoro

Sama halnya dengan orang Yogyakarta, masyarakat Makassar pun begitu mencintai sang pahlawan.

Tayang:
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Makam Pangeran Diponegoro bersanding dengan makam istrinya, RA Ratu Ratna Ningsih 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Selama empat hari, pada Selasa (22/1), hingga Jumat (26/1) lalu, rombongan wartawan desk DPRD DIY, bersama Sekretariat dan Wakil Ketua DPRD DIY, berkesempatan mengunjungi tanah Sulawesi, atau tepatnya di Kota Makassar.

Kesempatan tersebut, tentu tidak disia-siakan untuk menyelami kehidupan masyarakat setempat, serta menelusuri hubungan sejarah antara Yogyakarta dengan Makassar, melalui makam Pangeran Diponegoro, seorang pahlawan nasional, yang begitu masyur.

Rombongan yang dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD DIY, Arif Noor Hartanto, mendarat di Makassar pada kisaran pukul 11.00 WITA.

Setelah menikmati santap siang, tanpa membuang waktu, rombongan langsung bergegas menuju makam Pangeran Diponegoro.

Lokasi makam Pangeran Diponegoro terletak tidak jauh dari pusat kota Makassar.

Satu gerbang putih nan sederhana, menjadi pintu masuk menuju peristirahatan terakhir salah satu putra Sri Sultan Hamengkubuwono III, raja ketiga di Kasultanan Yogyakarta.

Baca: Benarkah Peta Klasik Ini Penyebab Pangeran Diponegoro Tertangkap Belanda?

Makam Pangeran Diponegoro bersanding dengan makam istrinya, RA Ratu Ratna Ningsih, yang ikut mendampinginya selama masa pengasingan di Makassar.

Selain dua makam utama, dalam satu komplek itu, terdapat pula 25 makam berukuran sedang, serta 39 ukuran kecil.

Makam-makam tersebut, merupakan peristirahatan terakhir keturunan Pangeran Diponegoro, yakni 6 orang anak, 30 cucu dan 19 cicit.

Ditambah, 9 orang pengikut setia beliau.

Selain itu, di dalam komplek, juga terdapat musala dan pendapa yang ditempati juru kunci.

Juru kunci makam, yang merupakan generasi ke lima Pangeran Diponegoro, R Hamzah Diponegoro, mengisahkan bahwa selama 21 tahun diasingkan, tidak ada warga Makassar yang menyadari keberadaan leluhurnya tersebut.

Baca: Mengenal Pangeran Diponegoro, Sosok Pemimpin Tangguh dan Humanis

"Belanda memang sangat tertutup. Mereka merahasiakan keberadaan Pangeran Diponegoro, yang disembunyikan di Fort Rotterdam. Jadi, masyarakat sini tadinya tidak tahu, kalau ada tokoh penting yang menghabiskan sisa hidupnya, di tanah mereka," ucapnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved