Merajut Hubungan Baik Yogyakarta-Makassar Melalui Napak Tilas Makam Diponegoro

Sama halnya dengan orang Yogyakarta, masyarakat Makassar pun begitu mencintai sang pahlawan.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Makam Pangeran Diponegoro bersanding dengan makam istrinya, RA Ratu Ratna Ningsih 

Lanjut Hamzah, setelah Pangeran Diponegoro meninggal pada tahun 1855, barulah masyarakat menyadari, keberadaan pimpinan perang gerilya selama masa penjajahan tersebut, di Fort Rotterdam.

Benteng tersebut kini menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Makassar.

"Baru setelah beliau meninggal, orang tahu, sampai kemudian putera-puterinya menikah dengan orang Bugis juga dan tinggal di Makassar," katanya.

Hamzah pun menceritakan, kalau kondisi makam Pangeran Diponegoro dulunya tidak sebagus sekarang.

Baru pada tahun 1973, setelah tokoh dengan nama kecil Bendoro Raden Mas Ontowiryo itu ditetapkan sebagai pahlawan nasional, makamnya mulai mendapat perhatian.

Baca: Wuih, Kelahiran Pangeran Diponegoro Bakal Dirayakan di Kulonprogo

"Kodam IV Diponegoro yang perbaiki, karena digunakan sebagai simbol kemiliteran Indonesia, sampai jadi seperti sekarang ini. Kebetulan, saya meneruskan merawat makam, setelah sebelumnya ayah saya, tahun 2015 juga mendapat kekancingan dari Kraton Yogyakarta," katanya.

Keberadaan makam Pangeran Diponegoro memang sangat menarik untuk ditelusuri, sebagai napak tilas hubungan sejarah antara Yogyakarta dan Makassar.

Sama halnya dengan orang Yogyakarta, masyarakat Makassar pun begitu mencintai sang pahlawan.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua DPRD DIY, Arif Noor Hartanto.

Menurutnya, makam Pangeran Diponegoro yang berada di Makassar tersebut, merupakan bentuk hubungan baik antara Yogyakarta dan Makassar, sehingga harus terus dirajut hingga masa mendatang.

"Ya, menjadi sebuah keharusan, hubungan baik di masa lalu terus dilanjutkan. Salah satunya, melalui kunjungan kerja yang merupakan program kerja DPRD DIY ini. Bukan kunjungan biasa, namun sebagai silaturahmi kebangsaan, untuk merajut hubungan baik itu," tukasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved