Ini Tuntutan Warga Sidomulyo Kepada Perusahaan Tambang yang Bikin Jalanan Rusak Berat

Kondisi jalan penuh lubang menganga dan membahayakan pengguna jalan serta sudah bertahun-tahun tidak ada perbaikan menyeluruh.

Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Singgih Wahyu
Suasana aksi warga sidomulyo di balai desa setempat untuk memprotes rusaknya jalan akibat aktivitas armada penambangan, Rabu (17/1/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Warga Desa Sidomulyo, Kecaman Pengasih menggeruduk balai desa setempat, Rabu (17/1/2018) untuk memprotes kerusakan akses jalan setempat karena kegiatan penambangan batu andesit. 

Jalur jalan yang rusak itu antara lain jalur jalan Karangasem-Sendangsari sepanjang sekitar tiga kilometer, Karangasem-Tanggulangin sepanjang lima kilometer, dan Karangasem-Gondangan-Watu Belah sepanjang sekitar dua kilometer.

Kondisi jalan penuh lubang menganga dan membahayakan pengguna jalan serta sudah bertahun-tahun tidak ada perbaikan menyeluruh.

Dalam forum rembuk yang berlangsung kemudian bersama pemerintah desa dan kecamatan, perwakilan perusahaan penambang, Satpol PP, dan lainnya, warga dari unsur forum Sidomulyo Bersatu dan Peduli Sidomulyo itu mengajukan sejumlah tuntutan.

Yakni, pihak perusahaan penambang harus menyanggupi perbaikan jalan yang rusak dan dituangkan dalam surat pernyataan dan perbaikan harus dilakukan dengan cor beton bertulang yang sesuai spesifikasi teknis dari dinas terkait. 

Baca: Protes Jalan Rusak, Warga Sidomulyo Usung Pocong ke Balai Desa

Jika perusahaan tambang tidak menyanggupi tuntutan itu, warga meminta perusahaan itu menghentikan oeprasionalnya serta meminta dinas terkait untuk mencabut izin usahanya. 

"Kalau ngga sanggup ya ngga usah nambang lagi. Arep diusir po lungo dewe? Masyarakat sudah terlalu capek. Harapan kami, ini terakhir kalinya kami meluapkan kemarahan dan jalan segera diperbaiki secara menyeluruh, tidak hanya ditambal sulam," kata perwakilan warga dari forum Sidomulyo Bersatu sekaligus Dukuh Pendem Sidomulyo, Arif Mutaqin.

Di wilayah Sidomulyo memang terdapat aktivitas penambangan batu andesit oleh lima perusahaan. Yakni, PT Ellyta Karya Pratama (EKP), PT Mineral Daya Gemilang (MDG), PT Dewata, CV Muncul Karya (MK), dan PT Laju Jaya Sakti (LJS). Daerah penambangan yang digarapkelima perusahaan itu terdapat di wilayah Pedukuhan Tanggulangin, Watu Belah, dan Gondangan.

Aktivitas penambangan andesit di Sidomulyo itu sudah berlangsung sejak sekitar enam tahun belakangan.

Namun, menurut warga, sejauh ini tidak ada perbaikan jalan secara menyeluruh.

Perusahaan tambang hanya melakukan tambal sulam seadanya sehingga jalan cepat kembali rusak dan semakin parah karena tetap dilalui armada tambang yang cenderung berkapasitas melebihi tonase.

"Kami prihatin sekaligus marah dengan kondisi jalan ini. Sudah banyak jatuh korban karena kejeglong. Saat hujan lubang tergenang dan jalan jadi licin. Kondisi banyak debu juga mengganggu anak sekolah yang lewat jalan ini. Padahal, jalan ini juga akses menuju objek wisata sepeti Goa Kiskendo, Kedung Pedut, dan Taman Mudal," kata Arif.

Baca: Pemda DIY Diminta Tegas Soal Pertambangan

Pada akhir forum rembuk, empat perusahaan tambang yang hadir bersedia membuat surat pernyataan kesanggupan untuk memenuhi tuntutan warga atas perbaikan jalan tersebut.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved