Bandara Kulonprogo
Bupati Kulonprogo Minta Warga Penolak Bandara Berpikir Jernih dan Tidak Terprovokasi Pihak Luar
Pemerintah pun masih membuka lebar ruang dialog untuk mendengarkan aspirasi warga.
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo meminta warga terdampak pembangunan bandara di Temon yang masih melakukan penolakan untuk berpikir jernih lebih jauh ke depan.
Pemerintah pun masih membuka lebar ruang dialog untuk mendengarkan aspirasi warga.
"Kami harapkan warga untuk berpikir jernih. Jangan terprovokasi pihak luar yang bukan warga Kulonprogo yang justru kadang tidak punya kepentingan dengan Kulonprogo,"kata Hasto, Minggu (17/12/2017).
Hasto menegaskan, pemerintah tidak akan menzolimi ataupun merugikan warga.
Saat ini yang dibutuhkan adalah diskusi dan dialog sehingga kesulitan atau aspirasi warga bisa didengarkan secara langsung.
Namun, diskusi itu menurutnya harus dilakukan dengan kepala dingin.
Ia memastikan bahwa upaya pendekatan kepada warga penolak akan terus dilakukan dengan cara-cara persuasif.
Hasto juga meminta pihak terkait untuk saling menahan diri dan tidak saling memanas-manasi yang berpotensi membuat keadaan semakin pelik.
Baca: Tetap Tolak Bandara, Warga Lewatkan Batas Toleransi Akhir
"Pelajaran bagi kita semua untuk bisa lebih baik merespon reaksi warga. Apa yang mereka (warga penolak) minta, bisa didiskusikan. Kita tidak akan menzolimi, kami hanya ingin diskusi. Tapi, tidak dalam keadaan tegang dan emosi tinggi. Kita diskusi dalam kepala dingin," kata Hasto, Minggu (17/12/2017).
Langkah yang ditempuh dalam proses pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) menurutnya sudah sangat transparan dan setiap tahapannya dilakukan secara legal prosedural sejak awal.
Ia meminta pihak tertentu yang saat ini mendatangi warga penolak untuk mempelajari kronologi pembangunan bandara itu dan tidak menyimpulkan dengan persepsinya sendiri.
Sementara itu, Project Manager Pembangunan NYIA PT Angkasa Pura I, Sujiastono mengatakan pihaknya siap bertemu dan berdialog kapanpun warga menginginkannya.
Ia lantas menyoroti adanya aksi solidaritas terhadap warga penolak pembangunan bandara.
Menurutnya, aksi solidaritas itu jangan sampai merugikan warga.
"Solidaritas itu hendaknya memberikan pengertian pada warga akan pentingnya program pembangunan pemerintah, bukan dihasut untuk menolak program pemerintah. Karena, tujuan program pemerintah itu untuk kesejahteraan masyarakat secara luas," kata Sujiastono.(TRIBUNJOGJA.COM)