Duh, Kakek dan Nenek di Bantul Ini Terpaksa Tidur bersama Kambing. Ini Sebabnya
Kambing dimasukkan dalam salah satu ruang rumah dengan diikat kaki tempat tidur milik Kadiyo.
Penulis: Susilo Wahid Nugroho | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dusun Poyahan di Desa Seloharjo, Pundong, Bantul tak terkena luapan air saat bencana banjir 28 November lalu.
Posisi desa berada di kaki bukit yang membuatnya aman dari luapan air dari Kali Oya.
Tapi lebatnya air hujan kala itu menyisakan cerita tersendiri bagi keluarga Kadiyo.
Air hujan nampaknya menggerus tanah yang ditahan dengan bangket di bagian belakang rumahnya.
Hal ini berakibat pekarangan belakang rumahnya mengalami longsor.
Meski bangunan rumah aman tapi kandang kambing milik Kadiyo rusak karena hujan deras beberapa waktu lalu.
Senin (11/12/2017) Tribun Jogja coba mendatangi rumah Kadiyo lalu mendapati kandang kambing miliknya memang sudah tidak layak.
Konstruksi kandang dari kayu miring dan terancam roboh.
Baca: Dicari Kambing Pejantan Tangguh Berkualitas di Kulonprogo
Air dipastikan masuk jika hujan melanda, seperti yang terjadi saat Sabtu (9/12/2017) lalu.
Tak ingin terjadi hal tak diinginkan, ia memasukkan kambing ke dalam rumah.
Kambing dimasukkan dalam salah satu ruang rumah dengan diikat kaki tempat tidur milik Kadiyo.
"Kasian kambingnya kedinginan di luar karena kandang banjir kalau hujan deras," kata istri Kadiyo, Wagiyem.
Kotoran dan air kencing kambing yang tercecer di lantai rumah tak jadi masalah besar bagi keduanya meski bau tak sedap sering menyeruak ke dalam rumah.
Wagiyem inilah yang secara rutin membersihkan kotoran lalu menyiram air kencing kambing supaya bau berkurang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pasangan-suami-istri-tidur-bersama-kambing_20171211_161647.jpg)