Bandara Kulonprogo
AP I Serius Percepatan Pembangunan Bandara, SP III Pengosongan Lahan Siap Dilayangkan Pekan Ini
Langkah ini tentunya juga akan diikuti dengan pembongkaran seluruh bangunan dan pepohonan yang saat ini masih berdiri.
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Sikap serius ditempuh PT Angkasa Pura I untuk percepatan pengosongan lahan pembangunan bandara New Yogyakatta International Airport (NYIA) di Temon.
Pekan ini juga, pemrakarsa pembangunan bandara itu bakal segera melayangkan surat peringatan kali ketiga (SP 3) bagi warga yang masih bertahan dalam areal lahan pembangunan.
Termasuk juga kepada warga penolak pembangunan bandara.
Langkah ini tentunya juga akan diikuti dengan pembongkaran seluruh bangunan dan pepohonan yang saat ini masih berdiri.
Project Manager Pembangunan NYIA PT AP I, Sujiastono mengatakan, pihaknya pada Senin (11/12/2017) menyebarkan SP II pengosongan lahan kepada warga yang masih tinggal di areal pembangunan bandara.
Yakni, warga yang sudah diputuskan penetapapan konsinyasi dana ganti rugi lahannya oleh pengadilan.
Jika warga tetap tak segera mengosongkan lahan, pihaknya akan melayangkan SP III.
"Pekan ini juga SP III kami sebarkan pada warga," kata Sujiastono di Palihan, Senin (11/12/2017).
AP I sebelumnya sudah mendistribusikan surat peringatan pertama pada Kamis (7/12/2017) dan dilanjut SP II pada awal pekan ini.
Baca: Elemen Warga Kulonprogo Suarakan Dukung Percepatan Pembangunan Bandara
Pendistribusian surat peringatan dan surat konsinyasi itu tidak seluruhnya diterima warga.
Ada sebagian yang menolak menerima surat tersebut sekaligus menolak untuk pindah mengosongkan lahan.
Ada pula yang menerima namun tidak sepakat dengan isi suratnya.
Sujiastono menjelaskan, dari total 335 bidang lahan yang ganti ruginya dikonsinyasi di pengadilan, lebih 200 bidang di antaranya telah berstatus putusan.
Adapun pada 7-11 Desember 2017, disebarkan sebanyak 31 surat penetapan konsinyasi atas 38 bidang tanah berikut surat peringatan pengosongan lahan.