Elemen Warga Kulonprogo Suarakan Dukung Percepatan Pembangunan Bandara
Mereka juga meminta agar tidak ada pihak luar yang memperkeruh suasana di tengah masih adanya sikap penolakan warga
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Sejumlah elemen warga Kulonprogo menuntut PT Angkasa Pura I segera merealisasikan percepatan pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA).
Mereka juga meminta agar tidak ada pihak luar yang memperkeruh suasana di tengah masih adanya sikap penolakan warga terhadap proyek pembangunan tersebut.
Suara dukungan terhadap pembangunan bandara itu antara lain datang dari kelompok warga yang tergabung dalam Gerbang Bintang Selatan (GBS).
Kelompok ini pada Senin (11/12/2017) siang berkonvoi dan mendatangi kantor kontraktor pembangunan bandara PT Pembangunan Perumahan (PP) di Palihan.
GBS menilai, Presiden Joko Widodo sudah menerbitkan Peraturan Presiden No.98/2017 tentang Percepatan Pembangunan NYIA.
Seharusnya, proses pembangunan itu berjalan lancar. Kelompok ini menyatakan dukungannya agar progres pembangunan berjalan maju dan pasti.
"Sangat disayangkan PT AP I dan PT PO tidak langsung begerak cepat mewujudkan percepatan pembangunan bandara ini," kata Ketua GBS, Gendut Minarto.
Baca: Mahasiswa Zaman Now Harus Kedepankan Dialog
Pihaknya juga menyoroti keberadaan sejumlah orang dari luar Kulonprogo, bahkan luar DIY, menyuarakan penolakan pengosongan lahan pembangunan bandara, belakangan ini.
Menurutnya, gerakan ini menciderai harkat martabat warga Kukonprogo karena telah menghambat proses pembangunan bandara yang notabene nanti bakal mendukung upaya peningkatan kemajuan daerah.
"Kami tidak rela bila pembangunan bandara yang jadi impian seluruh masyarakat Kukonprogo ini dihambat segelintir orang dari luar daerah," kata Gendut.
GBS juga meminta kepolisian menindak aktivitas penghambat pembangunan itu.
Kelompok ini bahkan siap mengerahkan pam swakarsa untuk mengamankan pembangunan apabila diizinkan bergerak oleh pihak kepolisian.
Di sisi lain, dukungan terhadap percepatan pembangunan bandara juga datang dari kelompok Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG).
Pemerintah diminta untuk terus mendekati warga penolak pembangunan bandara secara persuasif.