Mahasiswa 'Zaman Now' Harus Kedepankan Dialog

Aksi bentrok hingga kekerasan yang terjadi dinilai bukan zamannya lagi dan malah akan menciptakan konflik baru.

Penulis: Santo Ari | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.com / Hening Wasisto
Sejumlah aparat kepolisian tengah mengepung sejumlah warga dan penolak bandara NYIA. Mereka ditangkap karena memperlambat jalannya pengosongan lahan bandara, Selasa (5/12/2017). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Sosiolog Fisipol UGM Arie Sudjito menyarankan agar mahasiswa yang melakukan advokasi pada para warga penolak bandara di Kulonprogo DIY dapat lebih mengedepankan aksi dialogis.

Ia menilai, aksi bentrok hingga kekerasan yang terjadi dinilai bukan zamannya lagi dan malah akan menciptakan konflik baru.

"Respon mahasiswa terhadap isu di sekelilingnya sudah sejak dulu, sesuai idealisme mereka, tapi sekarang caranya bukan dengan kekerasan tapi dialog," ujar Arie Sudjito ketika dikonfirmasi Senin (11/12/2017).

Arie mengatakan bahwa dirinya adalah mantan aktivis.

Dari pengalamanya itu, ia menyebut saat ini eranya sudah berbeda dengan zamannya dulu.

Ia mengatakan, mahasiswa di zaman Orde Baru mengambil upaya bentrok karena pemerintahan saat itu yang otoriter.

Baca: Indonesia Audit Watch Sarankan Aktivis Penolak Bandara NYIA Sowan Sultan

Namun demikian, lanjutnya, bentrok sudah bukan lagi pilihan di era demokrasi saat ini.

Ia pun mengimbau agar mahasiswa yang mengadvokasi warga diminta menempuh jalan dialog dengan Bupati, Gubernur maupun pihak Angkasa Pura (AP) I yang akan membangun New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulonprogo.

"Mahasiswa jaman now musti cerdas dalam bersikap dan bertindak," tukasnya.

"Dulu bentrok itu biasa karena pemerintahannya otoriter, tapi sekarang kan demokrasi harusnya lebih pada dialog. Pak Jokowi kan selalu mengajak dialog dalam menyelesaikan masalah," tambahnya.

Terkait dengan kejadian bentrok di Kulonprogo, Arie meminta semua pihak untuk cooling down.

Dirinya mengkhawatirkan, bila aksi dengan kekerasan terus terjadi maka provokasi yang malah memperkeruh suasana.

"Jangan sampai ada aksi-aksi provokasi yang memancing emosi," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Arie menekankan bahwa pada pemerintahan Joko Widodo saat ini sudah tercipta ruang dialog secara persuasif.

Ia pun meyakini Presiden, Menteri Perhubungan, dan Gubernur DIY maupun AP I sudah berkomitmen untuk mensejahterakan warganya dengan pembangunan NYIA.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved