Naskah Mimpi Pagelaran Perdana Teater 10 Berdasarkan pada Mimpi Pribadi Sutriswaya
Ia bercerita ada sebuah kehidupan dari kelompok-kelompok manusia, setan, vampir, mumi.
Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Noristera Pawestri
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Teater 10 SMAN 8 Yogyakarta gelar Pagelaran Perdana berjudul "Mimpi" di Auditorium RRI Yogyakarta, Sabtu (9/12/2017) malam.
Naskah mimpi ini bercerita tentang hasrat dari sebuah kelompok manusia, setan, atau vampir yang ingin menguasai kehidupan dunia dan kebetulan yang ingin menguasai dunia itu pejabat-pejabat yg ada di negeri setan.
Pembina Teater 10 SMAN 8 Yogyakarta Sutriswaya mengatakan, naskah Mimpi ini diadopsi dari mimpi yang pernah dialami dirinya sendiri.
"Saya membuat naskah ini karena mimpi saya pribadi ketika usia saya belum sampai 40 an, sekarang saya 55 tahun," tuturnya ketika ditemui seusai pagelaran berlangsung.
Di dalam mimpi Sutriswaya, ia bercerita ada sebuah kehidupan dari kelompok-kelompok manusia, setan, vampir, mumi.
"Alur ceritanya seperti itu, ya saya tinggal menulis saja apa yang ada di dalam mimpi saya," ujar Sutriswaya
Dirinya mengaku gelisah terhadap kehidupan yang ada di masyarakat sekarang ini, seolah-olah manusia punya wujud yang berbeda beda.
"Ada yg berwujud mumi, vampir, manusia dengan karakter-karakternya yang mempunyai kekurangan yang sangat banyak," ungkap Sutriswaya.
Ia menambahkan, lama pembuatan naskah mimpi ini prosesnya selama dua minggu.
Sedangkan pembuatan naskah terlama yaitu Ruwatan Tambak Kali Gawe yang memakan waktu selama 40 hari.
"Saya membuat naskah berdasarkan mimpi itu ada dua, naskah ruwatan tambak kali gawe dan naskah mimpi," imbuhnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/teater-sman-8_20171210_105052.jpg)