BPJS Kesehatan Ajak Mahasiswa Punya Pola Hidup Sehat

BPJS Goes To Campus sudah dilaksanakan di banyak perguruan tinggi di Indonesia, dan kali ini adalah putaran terakhir untuk periode 2017.

Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Santo Ari
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan ajak mahasiswa untuk menjaga pola hidup sehat dalam program kuliah umum bertajuk BPJS Goes to Campus. Acara yang digelar di Magister Manajemen UGM, Kamis (30/11/2017) turut mengundang Ade Rai. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan ajak mahasiswa untuk menjaga pola hidup sehat dalam program kuliah umum bertajuk BPJS Goes to Campus.

Acara yang digelar di Magister Manajemen UGM, Kamis (30/11/2017) tersebut menarik perhatian ratusan mahasiswa yang ingin mengenal lebih jauh bagaimana pola hidup sehat dan program-program dari BPJS Kesehatan.

Dalam kuliah umum tersebut, mengundang dua pemateri yakni Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Pusat, Andayani Budi Lestari, dan Ade Rai.

Andayani mengatakan, program BPJS Goes To Campus sudah dilaksanakan di banyak perguruan tinggi di Indonesia, dan kali ini adalah putaran terakhir untuk periode 2017.

Ia mengatakan, acara ini sangat penting mengingat mahasiswa adalah calon pemimpin dan bisa menjadi role model ppola hidup sehat.

"Mahasiswa jadi tempat bertanya dan panutan bagaimana prinsip gotong royong itu terjadi. Harapanya para mahasiswa dapat jadi jadi teladan untuk menjadi peseerta JKN-KIS yang baik," terangnya.

Ia mengatakan, peserta JKN-KIS yang baik adalah yang mendaftar sebelum sakit, membayar iuaran setiap bulan secara rutin dan menjaga kesehatan.

Terkait gotong royong yang dimaksud adalah, uang yang terkumpul dari JKN-KIS ini dapat dimanfaatkan oleh peserta yang menderita sakit.

Sementara itu Ade Rai menyambut baik sistem gotong royong ini. Ia menyebut negara memiliki itikad baik agar masyarakat tidak miskin gara-gara sakit.

Namun negara tidak memiliki dana yang cukup, makanya negara tidak bisa memberi jaminan kesehatan ke rakyatnya.

Jaminan kesehatan ini hanya bisa terjadi kalau lebih banyak yang sehat dari pada yng sakit.

"Makanya dibutuhkan kesadaran masarakat untuk bisa sehat. Kalau banyak yang sehat, nanti orang yang sakit dan membutuhkan jadi ada biayanya. Tapi yang terjadi hari ini adalah akumulasi subsidi, malah yang terjadi lebih banyak yang sakit dari pada yang sehat," jelasnya.

Ia menilai, dengan gotong royong, semua tertolong.

Kalau semakin banyak yang sehat, maka yang sakit dapat tertolong.

Maka dari itu, hidup sehat diperlukan.

Dalam materi yang ia sampaikan saat itu, ia menjelaskan bagaimana menjalankan pola hidup sehat yang bisa dilakukan siapa saja, di mana saja dan kapan saja.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved