Jembatan Gantung Progo Mulai Rusak, Warga Takut Menyeberang
Harapannya, pemerintah dapat turun tangan untuk melakukan renovasi, atau merealisasikan jembatan penyeberangan yang baru yang bersifat permanen.
Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Jembatan gantung yang berada di Kelurahan Ngembik, Kecamatan Magelang Utara, yang menghubungkan dua wilayah Kabupaten dan Kota Magelang melalui Sungai Progo dinilai sudah tidak layak lagi digunakan.
Kondisi jembatan gantung yang terbuat dari kayu disambungkan dengan tali besi tersebut sudah mengalami kerusakan dan penyusutan fungsi.
Berdasarkan pantauan Tribunjogja.com, sejumlah papan kayu sebagai alas jembatan banyak yang copot.
Sementara tali besi atau sling yang menyambungkan jembatan juga telah usang dan berkarat.
Warga yang setiap hari melintasi jembatan yang dibangun sejak tahun 1980 tersebut merasakan was-was dan khawatir akan keamanan jembatan.
''Saya setiap hari lewat jembatan ini merasakan takut karena banyak papan yang berlubang. Terlebih banyak sekali warga yang melintas, tidak hanya pejalan kaki namun juga kendaraan bermotor, sehingga kalau berpapasan sering tidak muat, dan bergoyang keras," ujar Thohim, (80) warga Kelurahan Rejosari, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang, Jumat (24/11/2017).
Hal yang sama juga dirasakan oleh Jeremia, warga Pakelan, Kecamatan Mertoyudan yang kerap melintasi jembatan tersebut.
Dikatakannya, dengan lebar jembatan hanya sekitar dua meter dan panjang 115 meter, jembatan tersebut dinilainya sempit, dan tak cukup untuk kendaraan berjalan beriringan ataupun saat berpapasan dari dua arah.
Padahal dikatakannya, setiap pagi hampir puluhan sampai ratusan warga yang melintasi jembatan yang menghubungkan Kelurahan Ngembik, Kota Magelang dengan Kelurahan Rejosari, Kecamatan Bandongan di Kabupaten Magelang tersebut, baik dari kota menuju kabupaten, atau sebaliknya.
Kondisi ini diperparah dengan hujan yang terus mengguyur dan membuat licin jembatan tersebut.
Dikatakannya, tidak sedikit, warga yang terpeleset karena licinnya jembatan gantung tersebut. Hal tersebut dinilainya berbahaya bagi pengguna jalan.
Dia pun meminta agar dilakukan perbaikan karena menyangkut keselamatan masyarakat.
"Waktu jam masuk dan atau pulang sekolah atau kerja, jembatan itu selalu penuh. Padahal kalau dilihat sudah usang. Kami khawatir dengan keamanan dari jembatan penghubung tersebut, kami takut kejadian jembatan putus itu terulang kembali. Oleh karena itu kami harapkan ada perbaikan," tuturnya.
Operator Jembatan Progo, Lestari Wahyuni (39), warga Dusun Karangluh, Desa Rejosari, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang, membenarkan jika jembatan gantung Progo tersebut memang sudah usang dan mengalami penyusutan fungsi.