Kenali Katarak Kongenital pada Bayi
Munculnya pada tiap individu itu berbeda-beda, tergantung pada lingkungan, genetik, dan pola makan.
Penulis: Noristera Pawestri | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Noristera Pawestri
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Katarak adalah lensa mata yang keruh sehingga cahaya tidak bisa menembusnya.
Katarak itu sifatnya degeneratif atau penyakit yang mengiringi proses penuaan.
Penyakit ini terjadi seiring bertambahnya usia.
Sehingga setiap orang dapat berpotensi terkena katarak.
Munculnya pada tiap individu itu berbeda-beda, tergantung pada lingkungan, genetik, dan pola makan.
Katarak tidak hanya menyerang orang dewasa.
Namun bayipun dapat terkena katarak yaitu katarak kongenital.
Katarak kongenital adalah kekeruhan lensa mata yang terjadi sejak lahir.
Penyebab katarak kongential pada bayi itu bisa beragam.
Misalnya karena infeksi virus seperti rubela, kelainan metabolik, genetik, bahkan terkadang penyebab katarak kongenital muncul tanpa diketahui sebabnya.
Adapun ciri-ciri katarak kongenital pada bayi adalah ketika bayi baru lahir, mungkin hanya bisa membedakan gelap dan terang saja.
Kemudian pada usia 3 bulan bayi bisa melihat gerakan yang memiliki bayangan namun tidak bisa melihat detailnya.
Karena memasuki usia 3 bulan, bayi sudah bisa memfiksasi objek dan mengikuti objek tersebut.
"Ketika bayi diberi stimulus, tetapi bayi itu dia tidak menoleh. Sehingga responnya lambat tidak seperti bayi pada umumnya," ujar Dokter Spesialis Mata RSA UGM dr Eva Revana SpM MSc, Selasa (14/11/2017).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/dokter-spesialis-mata-rsa-ugm-dr-eva-revana-spm-msc_20171114_225330.jpg)